RSS

(Tugas keminatan IPA) Sekenari Pembelajaran IPA tentang perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

SEKENARIO PEMBELAJARAN


Satuan Pendidikan               : SD/MI
Mata Pelajaran                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kompetensi Dasar               :Membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan 
Indikator                               :
1.     Menjelaskan sejarah penemuan sel
2.     Menjelaskan pengertian sel
3.     Menunjukan bagian-bagian sel berdasarkan gambar
4.     Membedakan sel hewan dan sel tumbuhan
Tujuan Pembelajaran          :
1.     Siswa dapat menjelaskan sejarah penemuan sel
2.     Siswa dapat menjelaskan pengertian sel
3.     Siswa dapat menunjukan bagian-bagian sel berdasarkan gambar
4.     Siswa dapat membedakan sel hewan dan sel tumbuhan
Materi Pembelajaran           :                            
1.     Sel
Ø  Sejarah penemuan sel
Ø  Sel hewan dan sel tumbuhan
Ø  Struktur sel
Sumber belajar :
Ø  Lingkungan sekitar
Ø  Modul IPA
Ø  LKS IPA
Ø  Pengalaman para siswa
Media Pembelajaran :
Ø  Media visual. ( Gambar DLL)
Ø  Media audio visual.(media yang dibuat oleh guru)

Model Pembelajaran :
            Dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berkena dengan permasalahan sel bagaimana meningkatkan pengetahuan siswa dan perhatian mereka terhadap sel,maka dalam hal ini penulis menggunakan model pembelajaran kontekstual.

Kegiatan Pembelajaran (pertemuan 1-3) :
Persepsi
Dalam kegiatan persepsi ini pertama-tama seorang guru menyapa seluruh muridnya dengan mengucapkan salam, selanjutnya guru mengajak para siswanya berdo’a terlebih dahulu dipinpin oleh ketua kelas. Selanjutnya guru dapat mengawali pertemuan dengan menanyakan kabar semua muridnya. Setelah itu guru memeriksa daftar kehadiran siswa atau mengabsen siswa dan menanyakan siapa yang tidak hadir dalam pertemuan pembelajaran saat itu, dan jika ada siswa yang tidak hadir, maka guru harus menanyakan alasan mengapa siswa itu tidak hadir kepada siswa yang lain.
Selanjutnya guru melanjutkan dengan memeriksa kesiapan, kerapihan dan kebersihan siswa untuk mengikuti mata pelajaran IPA. Dan sangat baik sekali ketika langkah ini rutin dilakukan setiap hari sebelum melakukan pembelajaran, sehingga siswa menjadi termotivasi dan semangat dalam mengikuti semua proses pembelajaran. Selanjutnya, agar siswa tetap fokus terhadap materi yang akan di pelajari, alangkah baiknya seorang guru memberikan rangsangan otak kepada siswa melalui pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi yang akan disampaikan.


Apersepsi
setelah guru melakukan rangsangan otak terhadap semua siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan, maka selanjutnya guru dapat memulai proses pembelajaran dengan cara menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan untuk melengkapi materi yang akan disampaikan tersebut. Guru dapat menggunakan media visual ataupun audio visual, bahkan lebih baik ketika guru memadukan kedua media tersebut yaitu media visual dan audio visual di jadikan sebagai media pembelajaran.
Misalnya mengenai materi sel ini, alangkah baiknya guru menerangkan pengertian sel secara visual, lalu mencoba menayangkan audio visual yang berkaitan dengan materi tersebut. Hal ini untuk merangsang berpikir kritis dan rasa ingin tahu para siswa terhadap materi yang akan disampaikan oleh guru.
·       Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru:
1.     Siapakah orang yang pertama kali mengamati sel?
2.     Apa yang kalian nketahui tentang sel?
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru memberikan penafsiran tentang arti penting dari materi yang disampaikan untuk kehidupan manusia. Dan guru melibatkan para siswanya untuk mencari informasi yang luas terhadap dunia luar mengenai materi yang sedang dipelajari, baik itu dari pengalaman pribasi siswa, pengetahuan siswa yang dia dapatkan dari membaca, Mendengar maupun dari televisi.
Dalam proses pembelajaran tersebut guru dapat menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lainnya. Dalam hal sumber yang akan digunakan, guru dapat menggunakan buku sumber yang telah ditentukan, internet, media cetak atau elektronik, juga lingkungan sekitar.
Dalam hal ini, pembelajaran kontekstual meliputi:
1.     Konstruktivistik ialah strategi untuk mengembangkan pengetahuan awal siswa, sehingga siswa dapat menghubungkan konsep-konsep yang diketahuinya dan dapat dijadikan sebagai pegangan siswa dalam memecahkan permasalah yang terjadi.
2.     Kooperatif dan kemandirian. Merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa dalam kelas yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan kemandirian dimaksudkan agar siswa dapat mengatur dirinya sendiri serta tidak tergantung kepada siapapun.
3.     Metode inkuiri. Disini siswa di tuntut mencari fakta, baik secara individu maupun kelompok melalui suatu pengalaman pribadi siswa, dari sumber media cetak atau elektrinik dan sebagainya, tapi hal ini dilakukan siswa sebelum guru memberikan poin-poin penting mengenai materi yang sedang dipelajari. Setelah itu guru bisa melakukan suatu observasi sederhana, yang kemudian dapat dipresentasikan atau didiskusikan.
4.     Refleksi. Guru memberikan rangsangan otak lanjutan dengan pertanyaan-pertanyaan santai yang berkesinambungan dengan materi yang sedang dipelajari pada fase sebelumnya. Selain dengan pertanyaan guru juga bisa menampilkan suatu video atau media pembelajaran lain yang sesuai dengan materi.
·       Guru menjelaskan tentang sejarah penemuan sel
·       Guru menjelaskan pengertian sel
·       Guru menunjukan bagian bagian sel pada gambar
·       Guru menjelaskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
Elaborasi
Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas yang bermakna, tujuannya supaya siswa mau membaca dan mencari. Hal tersebut bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan siswa mengenai pelajaran yang sedang dipelajarinya, sehingga dapat menunjang pengetahuan, pemahaman, berpikir kritis, dan siswa diharapkan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
·       Siswa menuliskan kembali bagian-bagian sel hewan dan sel tumbuhan pada gambar yang disediakan oleh guru
·       Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tentang materi yang bersangkutan dengan bermakana.
·       Memfasilitasi para siswa dengan pemberian tugas, diskusi, dan pertanyaan-pertanyaan secara spontan untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis tentang materi yang bersangkutan.
·       Memberi kesempatan siswa untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut.
·       Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran baik itu kooperatif dan kolaboratif dan mengarahkan para siswa untuk  bisa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik itu lisan maupun tulisan, Individu atupun kelompok.
·       Mengarahkan siswa untuk belajar dengan menghasilkan produk yang bermakna, tanpa mengabaikan proses pembelajaran yang berlangsung.
·       Mengarahkan siswa untuk percayadiri dalam hal apapun dalam proses pembelajaran berlangsung.
Konfirmasi
Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, dan isarat terhadap keberhasilan siswa. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi siswa melalui berbagai sumber, lalu melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar seperti dapat dilakukan dengan cara mengajak siswa untuk langsung melakukan suatu praktek dari materi yang telah disampaikan.
Penutup
Ø  Membuat rangkuman dari materi yang telah disampaikan.
Ø  Melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
Ø  Memberikan apresiasi terhadap siswa yang dianggap berhasil atau baik dalam mendapatkan suatu hasil.
Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu langkah untuk mengetahui tolok ukur tingkatan keberhasilan siswa dalam suatu proses pembelajaran, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk tugas, atau siswa mengerjakan suatu evaluasi yang terdapat di buku sumber yang relevan.












Materi Pelajaran (PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN)

1. Sejarah Penemuan Sel
Penemuan sel pertama kali diawali dengan ditemukannya mikroskop oleh Antoni von Leeuwenhoek. Bentuk mikroskop tersebut dapat kalian ketahui dengan mencermati Gambar 1.1. Adanya penemuan mikroskop ini mengilhami ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1635- 1703), ahli pembuat mikroskop, melakukan pengamatan terhadap suatu obyek biologi. Saat itu ia mengamati irisan penampang melintang gabus batang tumbuhan. Irisan melintang tersebut tampak pada Gambar 1.2.
Ia melihat bahwa di dalam irisan itu terdapat rongga segi enam yang kosong dan mati. Ia menyebut rongga tersebut dengan nama sel, yang berasal dari kata cellula yang berarti ‘kamar’.
Tahun 1838, dua ahli biologi Jerman, yakni Mathias J. Schleiden yang ahli botani dan Th eodor Schwann yang ahli zoo logi, membuktikan bahwa sel itu hidup dan bukanlah kamar kosong. Namun, di
dalam sel tersebut terdapat sitoplasma yang berisi cairan. Oleh karena itu, muncullah teori terkait sel. Teori ini dinamakan teori sel yang berbunyi bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan bagian terkecil makhluk hidup yang memiliki aktivitas kehidupan.
Sehingga hal ini menunjukkan bahwa sel merupakan penyusun dasar tubuh makhluk hidup.
Penelitian tentang sel kemudian dilanjutkan oleh Felix Dujardin. Ia mene mukan bahwa sel terdiri atas dinding sel dan isi sel. Isi sel ini meliputi materi yang bersifat hidup dan termasuk bagian terpenting sel
hidup. Isi sel tersebut dinamakan protoplasma dengan arti zat pertama yang dibentuk. Sebenarnya, istilah protoplasma sudah diperkenalkan.

3.     Pengertian Sel
Saat terdengar kata “sel”, mungkin yang tebersit dalam benak adalah tempat untuk mengurung penjahat atau pelaku tindak kriminal. Pemahaman ini tidak seutuhnya salah, sebab sel diibaratkan sebuah kamar-kamar kecil yang tersebar di seluruh tubuh. Isi kamar tersebut berupa organela sel yang selalu beraktivitas. Karena itu, sel dapat diartikan sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup dan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas kehidupan. Aktivitas kehidupan sel meliputi sintesis, pengangkutan zat, pernapasan, pengeluaran zat sisa, pertumbuhan dan perkembangan.
4.     Bagian-Bagian sel berdasarkan Gambar

4. Perbandingan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki bagian-bagian tertentu yang berbeda. Perbedaan ini dapat kita tentukan dari ragam organel penyusun sel kedua makhluk hidup tersebut.
Karena kalian sudah mempelajari struktur dan fungsi sel makhluk hidup, maka kalian dapat mengidentifi kasi organel penyusun sel hewan dan sel tumbuhan.












Evaluasi

0 komentar:

Posting Komentar