MAKALAH
“Analisis
silabus IPA SD kurikulum 2013 yang di sesuaikan dengan Hakikat IPA”
Tugas
ini di buat untuk memenuhi mata kuliah Pendidikan IPA di SD II
Biyan Revany
06 316 1111 132
PGSD D / IV
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Yang telah memberikan curahan
rahmat-Nya, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW,
keluarga dan para shahabatnya dan semoga sampai kepada kita sebagai
pengikutnya.
Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan IPA di SD 2 di semester 5 jurusan PGSD FKIP UMMI. Saya
menyadari penulisan Makalah ini masih banyak kekurangan karena saya masih dalam
tahap belajar, oleh karena itu saya mohon koreksi dari dosen mata kuliah pendidikan IPA di SD 2 dan pembaca.
Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu atas terselesaikannya Makalah ini. Semoga Makalah ini
bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Sukabumi, 17 Oktober 2013
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA
PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR
ISI ........................................................................................................... .................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan
masalah ...................................................................................... 1
C. Tujuan.......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kurikulum 2013........................................................................ ..................................................................................................................... 2
B. Pengertian Hakikat IPA .............................................................................. ..................................................................................................................... 3
C. Kesesuaian
Silabus IPA kurikulum 2013 dengan Hakikat IPA.................. ..................................................................................................................... 4
BAB
III PENUTUP..................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Kurikulum
2013, yang rencananya diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014, masih
menimbulkan Pro Dan Kontra di kalangan praktisi pendidikan. Pihak yang
mendukung kurikulum baru menyatakan, Kurikulum 2013 memadatkan pelajaran
sehingga tidak membebani siswa, lebih fokus pada tantangan masa depan bangsa,
dan tidak memberatkan guru dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan
pendidikan.
Pihak
yang kontra menyatakan, Kurikulum 2013 justru kurang fokus karena menggabungkan
mata pelajaran IPA dengan Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Ini terlalu ideal
karena tidak mempertimbangkan kemampuan guru serta tidak dilakukan uji coba
dulu di sejumlah sekolah sebelum diterapkan.
Kurikulum
2013 khususnya dalam mata pelajaran IPA di SD ini, bahwa banyak analisis yang
harus kita kembangkan lagi.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari Kurikulum 2013?
2.
Apa yang dimaksud dengan hakikat IPA?
3.
Apakah Silabus IPA SD kurikulum 2013 sudah sesuai atau tidak dengan hakikat
IPA?
1.3
Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui pengertian Kurikulum 2013
2.
Mengetahui pengertian hakikat IPA
3.
mengetahui bagaimana kesesuaian Silabus IPA SD kurikulum 2013 dengan hakikat
IPA
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah salah satu kurikulum yang dirancang
untuk menyiapkan para peserta didik untuk menghadapi tantangan dimasa depan
mereka. Pemerintah melalui menteri pendidikan dan kebudayaan merasa perlu
menyiapkan kurikulum yang lebih mumpuni dibanding kurikulum sebelumnya.
Beberapa alasan dikemukan oleh pemerintah dalam hal ini Mendikbud mengapa
kurikulum 2013 perlu, salah satu diantaranya adalan bonus demografi. Bonus
demografi merupakan sebuah keuntungan yang akan dimiliki oleh Indonesia dimasa
yang akan datang, diperkirakan rentang tahun 2010 - 2035, dimana populasi
manusia Indonesia memiliki jumlah usia produktif tinggi, sementara jumlah usia
yang non produktif mencapai rendah. Bisa dibayangkan apabila pada masa ini
jumlah yang produktif ini tidak produktif.
Yang
membedakan kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya desain utamanya kurikulum
2013 adalah menyelaraskan standart kelulusan seperti apa yang diinginkan. Dari
situ baru ditentukan standart isinya, beda dengan kurikulum sebelumnya yang
lebih dahulu menentukan standar isinya.


Istilah SK-KD ini akan digantikan menjadi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
Apakah
pengertian 2 istilah tersebut?
Kompetensi Inti merupakan terjemahan
atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang
telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang
pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam
aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor)
yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata
pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara
pencapaian hard skills dan soft skills.
Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur
pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur
pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal
dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi
Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang
pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu
terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari
siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar
satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang
berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi
proses saling memperkuat.
Kompetensi Inti dirancang dalam empat
kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi
inti 1), sikap sosial (kompetensi 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan
penerapan pengetahuan (kompetensi 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari
Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran
secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial
dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta
didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan
pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi
setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti.
Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap,
pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus
dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata
pelajaran. [1]
2.2
Hakikat IPA
Suatu hakikat adalah satu kesatuan yang tidak
dapat dibagi dalam bereksistensi. Semua faktor utama hakikat itu terintegrasi
atau menyatu dalam satu sistem. Dengan kata lain hakekat mengacu kepada hal-hal
yang lebih permanen yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Juga tidak
terpengaruh oleh ruang dan waktu. Suatu hakikat lebih mantap dan stabil serta
tidak mendatangkan sifat yang berubah-rubah, tidak parsial ataupun yang
bersifat fenomenal. Maka yang namanya manusia (an-nas) adalah makhluk
Tuhan yang memiliki “jiwa dan raga”. Keharmonisan ikatan (integritas) jiwa
dan raga tersebut menjadikan manusia dapat bereksistensi (ber-ada).
Hakikat dapat menjalankan fungsi-fungsi kemanusiaan dalam berbagai bentuk
kegiatan. Pada ” hakekat ” itu terletak (terdapat) hal-hal
lain yang menjadi atribut manusia.[2]
Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang
mempelajari tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di alam. IPA
mempunyai beberapa pengertian dari pengertian IPA itu sendiri, cara berfikir
IPA, cara penyelidikan IPA sampai objek kajian IPA. Dari beberapa pengertian
tersebut kita akan membahas tentang pengertian IPA. Adapun beberapa pengertian
IPA menurut para ahli sebagai berikut:
1. IPA merupakan ilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan
percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya IPA juga diperoleh dan
dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). ( Soekardjo, 1973;1).
2. IPA menurut arti per-katanya yaitu ilmu, pengetahuan dan alam. Ilmu adalah
pengetahuan yang ilmiah. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui
manusia. Dari dua pengertian tersebut dapat digabungkan yaitu IPA sebagai ilmu
yang mempelajari tentang sebab dan akibat kejadian-kejadian yang ada di alam
ini.
3. IPA adalah body knowledge. IPA adalah suatu cabang pengetahuan yang
mengangkat fakta-fakta yang tersusun secara sistematis dan menunjukkan
berlakunya hukum-hukum umum. IPA merupakan pengetahuan yang didapat dengan
jalan study dan praktik. IPA juga dapat diartikan sebagai suatu cabang study
yang bersangkut-paut dengan observasi dan klasifikasi fakta-fakta terutama dengan disusunnya hukum umum dengan
induksi dan hipotesis. (Subiyanto,1998: 2).
4. Definisi lain tentang IPA yang lengkap diberikan oleh Collete (1994:30),
science should be viewed as a way of thinking in the pursuit of understanding
nature, asa way of investigating claims about phenomenon and as body of
knowledge that has resulted from inquiry. (Ilmu Pengetahuan Alam harus
dipandang secara berfikir dalam pencarian tentang pengertian rahasia alam dan
sebagai batang tubuh pengetahuan yang dihasilkan dari inquiry )
5. Istilah IPA merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “Natural Science” atau
disebut science. Dalam bahasa Indonesia Science ditulis “sains” atau IPA.
Menurut Trowbridge and Byde (1990) sains atau IPA merupakan representasi dari
hubungan dinamis yang mencangkup tiga factor utama yaitu The extant body of
scientific knowledge, the values of science and the methods and processes of
science” yang artinya sains merupakan produk (body of scientific knowledge) dan
proses (methods and processes), serta mengandung nilai-nilai (values). Menurut
kamus oxford Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ialah satu cabang ilmu pengetahuan
yang melibatkan perhatian dan eksperimen untuk membuat rumusan idea, penerangan
dan pemahaman terhadap fenomena atau gejala yang terjadi di alam.
6. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahuan yang
telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah, dengan ciri: objektif,
metodik, sistimatis, universal, dan tentatif. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan
ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. Carin dan Sund (1993)
dalam Depdiknas mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan
tersusun secara teratur, berlaku umum (universal), dan berupa kumpulan data
hasil observasi dan eksperimen”.
7. IPA merupakan ilmu pendidikan bidang studi, dalam hal ini bidang studi IPA
(alam dan gejalanya). Pendidikan IPA merupakan gabungan antara teori IPA dengan
teori ilmu pendidikan. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang menelaah fenomerna
pendidikan dalam prespektif yang luas dan integratif. Fenomena pendidikan ini
bukan hanya gejala yang melekat pada manusia ( gejala yang universal ) dalam
perspektif yang luas, melainkan juga sekaligus merupakan upaya untuk membentuk
kepribadian manusia ( insan ) yang dirancang secara sadar dan sistematis dalam
proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik baik di dalam maupun di
luar sekolah.
Dari
beberapa pengertian tersebut diatas dapat kita ketahui bahwa IPA merupakan ilmu
yang mempelajari tentang alam semesta beserta isi dan kejadian-kejadian yang
dapat diperoleh dan dikembangkan baik secara induktif atau deduktif. Ada dua hal yang berkaitan dengan IPA yaitu
IPA sebagai produk dan IPA sebagai proses. IPA sebagai produk yaitu pengetahuan
IPA yang berupa pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan metakognitif.
IPA sebagai proses yaitu kerja ilmiah. Baik produk atau proses IPA merupakan
subjek kajian IPA. Dengan belajar IPA, belajar produk dan bagaimana proses IPA
dapat kita peroleh. Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak pengetahuan yang
kita dapat. Pengetahuan tentang agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik,
sosial, dan alam sekitar adalah contoh pengetahuan yang dimiliki oleh tiap
manusia. Pada pengertian IPA yang kedua dapat kita ketahui bahwa IPA merupakan
pengetahuan yang ilmiah, yaitu pengetahuan yang diperoleh secara ilmiah. Hal
ini menunjukkan bahwa ilmu mempunyai dua sifat utama. Sifat utama tersebut
antara lain adalah rasional dan objektif. Rasional berarti masuk akal, logis,
atau diterima akal sehat sedangkan objektif mempunyai arti sesuai dengan
objeknya, kenyataan, atau pengamatan. Pengetahuan Alam dipandang sebagai cara
berfikir dalam pencarian tentang rahasia alam sebagai cara penyelidikan
terhadap gejala alam dan sebagai batang tubuh pengetahuan yang dihasilkan dari
inquiry. Selain dapat belajar tentang proses dan produk IPA, dengan belajar IPA
kita juga dapat ketahui tentang cara berfikir yang baik.
Cara berfikir IPA meliputi:
a. percaya (beliefs)
Kita dapat melakukan
penelitian terhadap masalah gejala alam dimotivasi oleh kepercayaan bahwa hukum
alam dapat dikonstruksi dari observasi dan diterangkan dengan pemikiran dan
penalaran.
b. rasa ingin tahu (curiosity)
rasa ingin tahu inilah
yang mendorong kepercayaan bahwa alam dapat dimengerti dan ditemukan.
c. imajinasi (imagination)
kita dapat mengandalkan
imajinasi dalam memecahkan masalah gejala alam.
d. penalaran (reasoning)
Disamping imajinasi untuk memecahkan
masalah gejala alam juga diharuskan menggunakan penalaran.
e. koreksi diri (self-examination)
Pemikiran ilmiah adalah
sesuatu yang lebih tinggi daripada sekedar suatu usaha untuk mengerti tentang
alam.
Dalam pengertian IPA juga
disebutkan mengenai penyelidikan dan objek kajian IPA. Cara penyelidikan itu
meliputi observasi (observation), eksperimen (experimentation), dan matematika
(mathematics).Objek kajian IPA yaitu IPA sebagai body of knowledge dihasilkan
dari disiplin keilmuan yang menunjukkan hasil-hasil kreatif penemuan umat
manusia selam berabad-abad. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman
langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam
sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat
sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih
mendalam tentang alam sekitar. Yager , menyatakan bahwa pendidikan IPA
merupakan studi tentang hubungan antara IPA dan masyarakat. Dengan demikian IPA
mempunyai peranan yang sangat strategiskarena membudayakan sains di kalangan
remaja agar mereka merasa tertarik kepada sains. Secara sistematis, Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara
sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang
berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau
prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan
IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri
sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam
menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan IPA dapat dimasukkan
dalam klasifikasi ilmu pendidikan karena Dimensi pendidikan IPA sangat luas dan
sekurang-kurangnya meliputi unsur-unsur (nilai-nilai) sosial budaya, etika,
moral dan agama. Oleh sebab itu, belajar IPA bukan hanya sekedar memahai konsep
ilmiah dan aplikasi dalam masyarakat, melainkan juga untuk mengembangkan
berbagai nilai yang terkandung dalam dimensi Pendidikan IPA. Salah satu
Pendidikan IPA adalah IPA lebih dari sekedar kumpulan yang dinamakan fakta. IPA
merupakan kumpulan pengetahuan dan juga proses. Pembelajaran IPA di sekolah di
harapkan memberi berbagai pengalaman pada anak yang mengijinkan mereka
melakukan berbagai penelusuran ilmiah yang relevan.[3]
•
IPA
sebagai produk : fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori yang didasarkan pada
hasil temuan/pemikiran para ahli.
•
IPA
sebagai proses: metode ilmiah (mengamati, menafsirkan, membuat hipotesis,
merencanakan percobaan, mengkomunikasikan)
•
IPA
sebagai sikap: objektif, jujur, kritis, bertanggung jawab dan terbuka.
2.3
Kesesuaian Silabus IPA SD kurikulum 2013 dengan hakikat IPA
Kompetensi
Inti dan Kompetensi Dasar IPA SD kelas
IV-VI dalam Kurikulum 2013
|
KELAS: IV KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
Kesesuaian dengan Hakikat IPA
|
|
|
1. Menerima, menjalankan, dan
menghargai ajaran agama yang dianutnya
|
1.1 Bertambah keimanannya dengan
menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap
kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan
ajaran agama yang dianutnya
|
|
|
|
2. Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
|
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah
dan berdiskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan
penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok
|
Di lihat dari kompetensi dasar
disamping ,kompetensi dasar ini sudah sesuai dengan hakikat IPA. IPA sebagai
sikap disini sudah diterapkan dalam kompetensi dasar tersebut, serta siswa di
tuntut untuk membangun sendiri pengetahuannya, sehingga siswa dapat Mandiri.
|
|
|
3. Memahami pengetahuan faktual
dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
|
3.1 Menjelaskan bentuk luar tubuh
hewan dan tumbuhan dan fungsinya
3.2 Mendeskripsikan daur hidup
beberapa jenis mahluk hidup
3.3 Memahami hubungan antara gaya,
gerak, dan energi melalui pengamatan, serta mendeskripsikan penerapanya dalam
kehidupan sehari-hari
3.4 Membedakan berbagai bentuk
energi melalui pengamatan dan mendeskripsikan pemanfaatannya dalam kehidupan
sehari-hari
3.5 Memahami sifat-sifat bunyi
melalui pengamatan dan keterkaitannya dengan indera pendengaran
3.6 Memahami sifat-sifat cahaya
melalui pengamatan dan mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
3.7 Mendeskrisikan hubungan antara
sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat
|
Kompetensi dasar disamping
menekankan pada kognitif siswa, berarti jelas IPA sebagai produk sudah ada
dalam Kompetensi Dasar ini, karna pengetahuan siswa didapatkan harus
berdasarkan fakta dan konsep yang sudah ditentukan oleh para ahli
|
|
|
KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
|
|
4.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan
rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
|
4.1 Menuliskan hasil pengamatan
tentang bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya
4.2 Menyajikan secara tertulis
hasil pengamatan daur hidup beberapa jenis mahluk hidup.
4.3 Menyajikan laporan hasil
percobaan gaya dan gerak menggunakan table dan grafik
4.4 Menyajikan hasil percobaan atau
observasi tentang bunyi
4.5 Membuat sebuah karya/model yang
memanfaatkan sifat-sifat cahaya
4.6 Menyajikan laporan tentang
sumberdaya alam dan pemanfaatannya oleh masyarakat
4.7 Menyajikan laporan hasil
pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari serta
kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi
tersebut
|
Kompetensi dasar disamping
menekankan pada aspek psilkomotor siswa dimana hakilat IPA pun sudah ada
yaitu IPA sebagai proses disini sudah ada yaitu dalam mengamati,
menuliskan,menafsirkan membuat hipitesis dll sudah tertera di Kompetensi
dasar disamping.
|
|
|
Kelas V KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
|
|
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran
agama yang dianutnya
|
1.1 Bertambah
keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan
jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya
dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya .
|
|
|
|
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,
teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air
|
2.1 Menunjukkan
perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam
aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
inkuiri ilmiah dan berdiskusi
2.2 Menghargai
kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun
berkelompok
|
|
|
|
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan
rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
|
3.1 Mendeskripsikan rangka manusia
dan fungsinya
3.2 Mengenal bagian tumbuhan serta
mendeskripsikan fungsinya
3.2 Mengenal organ tubuh manusia
dan hewan serta mendeskripsikan fungsinya
3.3 Mengidentifikasi perubahan yang
terjadi di alam, hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam, dan pengaruh
kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan sekitar
3.4 Mengenal rangkaian listrik
sederhana dan sifat magnet serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.5 Mendeskripsikan siklus air dan
dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan mahluk hidup
3.6 Mengenal jenis hewan dari
makanannya dan mendeskripsikan rantai makanan pada ekosistem di lingkungan
sekitar
3.7 Mengenal sistem pernafasan
hewan dan manusia serta penyakit yang berkaitan dengan pernafasan
|
|
|
|
4.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan
rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
|
4.1 Membuat bagan rangka manusia
beserta fungsinya
4.2 Menuliskan ide-idenya tentang
pemanfaatan bagian tumbuhan di sekitarnya bagi manusia
4.3 Merancang dan membuat rangkaian
seri dan parallel menggunakan sumber arus searah
4.4 Membuat kompas sederhana untuk
mendeteksi medan magnet bumi
4.5 Membuat electromagnet sederhana
dan menggunakannya untuk mendeteksi benda-benda yang ditarik oleh magnet
4.6 Menyajikan hasil pengamatan
untuk membentuk rantai makanan dan jejaring makanan dari makhluk hidup di lingkungan
sekitar yang terdiri dari karnivora, herbivora, dan omnivore
4.5 Menyajikan hasil laporan
tentang permasalahan akibat terganggunya keseimbangan alam akibat ulah
manusia, serta memprediksi apa yang akan terjadi jika permasalahan tersebut
tidak diatasi
4.7 Menyajikan laporan tentang
jenis penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada organ tubuh manusia
|
|
|
|
Kelas V KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
|
|
1.
Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
|
1.1 Bertambah keimanannya dengan
menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap
kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan
ajaran agama yang dianutnya
|
|
|
|
2.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
serta cinta tanah air
|
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan
berdiskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan
penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok
|
|
|
|
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan
rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
|
3.1 Mengidentifikasi kegunaan
energi listrik, konversi energy listrik, transmisi energy listrik, dan berpartisipasi
dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari
3.2 Mendeskripsikan sistem tata
surya, matahari sebagai pusat tata surya, serta posisi dan karakteristik
anggota tata surya
3.3 Mendeskripsikan peristiwa
rotasi bumi, revolusi bumi, revolusi bulan, dan peristiwa terjadinya gerhana
bulan dan gerhana matahari
3.4 Membedakan campuran dan larutan
melalui pengamatan
3.5 Memahami hubungan antara suhu,
sifat hantaran, perubahan benda akibat pengaruh suhu melalui pengamatan,
serta mendeskripsikan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
3.6 Mendeskrisikan perkembangbiakan
mahluk hidup
3.7 Mengidentifikasi cara makhluk
hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan
|
|
|
|
4.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan
rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
|
4.1 Merancang dan melaksanakan percobaan
untuk membedakan campuran dan larutan menggunakan bahan yang dikenal dalam
kehidupan sehari-hari
4.2 Melaksanakan percobaan tentang
hantaran dan perubahan benda akibat pengaruh suhu, serta mengidentifikasi
variable bebas dan variable terikat dalam percobaan tersebut
4.3 Membuat laporan hasil percobaan
tentang hantaran listrik yang mencakup pengumpulan data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan
4.4 Mengikuti prosedur
perkembangbiakan tumbuhan dan melaporkan hasilnya dalam bentuk tulisan
4.5 Menyajikan laporan hasil
pengamatan tentang adaptasi makhluk hidup yang ditemui di lingkungan sekitar
|
|
|
Dilihat dari KI-KD IPA di atas bahwa
SILABUS IPA dalam Kurikulum 2013 ini sudah sesuai dengan Hakikat IPA itu
sendiri. Di atas saya mengomentari hanya kelas IV saja karna setelah saya baca
KI-KD kelas selanjutnya hasilnya sama saja, jadi bisa disimpulkan bahwa KI-KD
IPA ini sudah sesuai dengan Hakikat IPA yaitu IPA sebagai Produk, IPA sebagai
Proses dan IPA sebagai sikap sudah ada.
Dilihat
dari kurikulum 2013 secara global , kurikulum baru ini memang bagus karna lebih
menekankan kepembelajaran efektif, siswa harus lebih mencari sendiri atau
membangun sendiri pengetahuannya, dengan begitu banyak siswa yang lebih kritis
dan aktif dan mereka akan lebih memahami karna mereka yang mencari sendiri.
Tetapi karena dengan disatu-satukannya mata pelajaran menjadikan siswa menjadi
bingung karena siswa tidak bisa mengklasifikasikan mata pelajaran. Dengan
adanya kurikulum 2013 ini sistem pendidikan kita pasti akan lebih baik dengan
bantuan peran guru, tetapi masalahnya guru pun kurang memahami kurikukum 2013
ini karena kurangnya koordinasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan. Dapat
kita lihat KTSP pun belum benar-benar dipahami oleh guru tetapi sudah ada
kurikulum baru lagi.
Alangkah
lebih baiknya pemerintah menunda
kurikulum untuk tahun depan. Agar sosialisasi dan uji coba dapat dilakukan
dengan penuh kematangan dan dengan penuh pertimbangan.
Bab
III
PENUTUP
Dengan
perubahan kurikulum KTSP menjadi KURIKULUM 2013 yang dinilai sangat cepat.maka
silabus IPA pun pasti ada perubahan dengan begitu maka saya menganalisis
silabus IPA yang baru ini terhadap
kesesuaian dengan Hakikat IPA, Hakikat IPA yaitu
•
IPA
sebagai produk : fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori yang didasarkan pada
hasil temuan/pemikiran para ahli.
•
IPA
sebagai proses: metode ilmiah (mengamati, menafsirkan, membuat hipotesis,
merencanakan percobaan, mengkomunikasikan)
•
IPA
sebagai sikap: objektif, jujur, kritis, bertanggung jawab dan terbuka.
Kesesuain
hakikat IPA diatas dengan SILABUS IPA KURIKULUM 2013 ini sudah sesuai, tinggal
kita sebagai calon guru menjalankannya, alangkah baiknya jika guru benar-benar
mengerti dengan kurikulum baru ini supaya tidak banyak terjadi penyimpangan
ataupun ketidaksesuaian dengan hakikat setiap mata pelajaran.
DAFTAR
PUSTAKA





0 komentar:
Posting Komentar