BAB
III
PEMBAHASAN
1.1
Pengertian
sejarah
Sejarah dapat
dibedakan menjadi 3 komponen yakni :
a.
Masa lalu,
b.
Pernyataan masa lalu,
c.
Metode penelitiannya.[1]
Menurut James
Bank sejarah adalah semua peristiwa masa lampau, masa sekarang dan yang akan
datang.
Menurut
Muhammad Yamin sejarah ialah ilmu pengetahuan dengan umumnya yang berhubungan
dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam
masyarakat manusia pada waktu yang lampau, yaitu susunan hasil penyelidikan
bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda yang lain.
Dari uraian tentang definisi atau batasan pengertian tadi dapat diambil
intisarinya bahwa sejarah itu adalah :
1.
Sebagai ilmu pengetahuan,
2.
Yang tersusun sebagai hasil penyelidikan,
3.
Dengan menggunakan sumber sejarah sebagai bahan
penyelidikan berupa sumber benda, sumber tertulis, dan sumber lisan.
4.
Cerita ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan antara
satu gejala dengan gejala lain secara kronologis.
5.
Yang diselidiki atau yang diriwayatkan dalam pengertia
sejarah itu ialah kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat manusia
pada masa yang lampau.
6.
Yang berlaku dalam masyrakat manusia.
7.
Pada waktu yang lampau.
8.
Bertarikh atau bertanggal karena waktu dalam perjalanan
sejarah merupakan suatu kontinuitas dan untuk memudahkan ingatan manusia dalam
mempelajari sejarah perlu ditentukan batas awal dan akhirnya, setiap babakan
dengan kesatuan waktu ( menit, jam, hari, minggu, dan seterusnya ).
9.
Menafsirkan keadaan-keadaan yang telah berlalu.[2]
1.2 Tugas pokok
ilmu sejarah yang berkaitan denga waktu
Ilmu sejarah bertugas membuka ke masa
lampau atau waktu yang lalu umat manusia memaparkan kehidupan manusia dalam
berbagai aspek kehidupannya dan mengikuti perkembangannya dari masa yang paling
tua hingga dewasa ini.
Tugas sejarah dalam
membuka kegelapan masa lampau atau waktu yang lalu umat manusia mengandung
pengertian sejarah meneliti dan mengkaji peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian
di dalam masyarakat manusia yang terjadi pada masa lampau. Kejadian yang tidak
memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat manusia pada masa lampau bukanlah
suatu peritiwa sejarah.
1.3 Pentingnya
waktu dalam sejarah
Apabila
dilihat dari hakikatnya sejarah itu ialah suatu konsep tentang waktu atau tempo
(time) yang proses kelangsungannya atau perjalanan waktu dengan yang perubahan
mengarungi ruang geografis yang berisi berbagai peristia mengenai segala
aktifitas yang berkesinambungan maka kurun waktu akan berdimensi 3, yaitu :
1.
Waktu yang lalu.
2.
Waktu sekarang.
3.
dan waktu yang akan datang
Penggambaran proses jalur waktu itu
selalu lurus (linear) karena jalannya waktu sebagai proses bergerak menurut
garis lurus yang bergerak terus dari awal menju masa depan. Menurut 3 dimensi
itu kita menghadapi kenyataan bahwa masa kini bergerak terus dan gerakan itu
secara eksak diukur dengan detik, menit dan hari, minggu, bulan, tahun, windu,
dasawarsa, dan abad. Penggunaan istilah masa kini sesungguhnya bersifat relatif
karena waktu bergerak terus dari detik ke detik, menit ke menit dan seterusnya.
Karena hal ini hanya sebagai titik antara masa lampau dan masa depan.
Prinsip kronologis dalam sejarah yaitu
perjalanan waktu atau kelangsungan (continuity)
perlu dibuat batasan awal san akhirnya yang disebut kurun waktu dan
babakan waktu (periode) secara berurutan atau succesion.
1.4
Konsep waktu
dalam sejarah
Yang
dipelajari oleh sejarah bukan hanya perkembangannya saja tetapi juga
kesinambungan, pengulangan, dan perubahan dari peristiwa-peristiwa masa lalu
umat manusia tersebut. Jadi waktu dalam sejarah terjadi 4 hal :
1.
Perkembangan
Perkembangan masyarakat terjadi bila berturut-turut
masyarakat bergerak dari suatu bentuk ke
bentuk yang lain. Biasanya masyarakat akan berkembang dari bentuk yang
sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
2.
Kesinambungan
Kesinambungan terjadi apabila suatu masyarakat baru hanya
melakukan adopsi lembaga-lembaga lama.
3.
Pengulangan
Pengulangan terjadi bila peristiwa yang pernah terjadi di
masa lampau terjadi lagi di masa selanjutnya.
4.
Perubahan
Perubahan terjadi bila masyarakat mengalami pergeseran
sama dengan perkembangan, akan tetapi asumsi ialah adanya perkembangan
besar-besaran dan dalam waktu yang relatif singkat. Dan biasanya perubahan ini
terjadi akibat pengaruh dari luar.
1.5
Sejarah lokal
Sejarah lokal merupakan salah satu
cabang dari ilmu sejarah yang berusaha untuk peristiwa-peristiwa di dalam
masyarakat manusia. Pada masa lampau yang terjadi dalam suatu tempat saja.
Pengertian di satu tempat tidak mengandung artian sempit, misalnya peristiwa
yang terjadi disuatu kampung atau desa saja, tetapi bisa mencakup daerah yang
relatif luas, misalnya satu kabupaten atau satu propinsi. Hal ini merupakan
suatu kebanggaan dari suatu masyarakat yang budaya dan latar belakang
sejarahnya sama.
Menurut Michael Cammen yang menyatakan
jika memang demikian halnya adalah penting bagi para ahli sejarah untuk memutar
kembali masa lampau sebab kehidupan masa datang dibangun diatas hidup masa
lampau. Ahli sejarah adalah perekam peradaban, karena peradaban yang tanpa
rekaman akan berhenti beradab. Peradaban tanpa sejarah akan kehilangan
identitas, dan tanpa identitas tidak akan ada tujuan. Sedangkan tanpa tujuan
peradaban pun akan layu. Dari pernyataan diatas asumsiny adalah dengan
mempelajari sekarang kita dapat mengambil pelajaran dalam mempelajari
peristiwa-peristiwa lama yang baik untuk tetap dipelihara, dan diteruskan
kepada generasi sekarang oleh para ahli sejarah dengan membuang segi-segi yang
kurang baik atau tidak cocok dengan perkembangan jaman demi kemajuan dan
kelangsungan bangsa di masa sekarang dan masa yang akan datang.




