BOOK REPORT
RUNAWAY WORLD
Tugas
ini di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas Perspektif Sosial Budaya
Disusun
Oleh:
Biyan Revany
(06 316 1111 132)
PGSD
D
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2013
IDENTITAS BUKU
Judul asli buku : RUNAWAY WORLD (How Globalisation is
Reshaping Our Lives)
Penulis : Anthony
Giddens
Penerbit : Profile Books Ltd 58 A
Hatton Garden London ECIN 8LX
Tahun terbit : 1999
Judul Buku : DUNIA YANG LEPAS KENDALI (Bagaimana Globalisasi
Mer
Ombak Kehidupan Kita)
Penulis :Anthony
Giddens
Penerbit :
PT Gramedia Pusaka Utama
Tahun terbit : 2001
Penerjemah : Andry Kristiawan s. Dan Yustina Koen S.
Halaman :
1-96 halaman
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Yang telah memberikan curahan
rahmat-Nya, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW,
keluarga dan para shahabatnya dan semoga sampaii kepada kita sebagai
pengikutnya.
Penulisan
book Report tentang Ideologi Pancasila dalam Perspektif Sosial Budaya ini
bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah
perspektif sosial budaya di semester 4 jurusan PGSD FKIP UMMI. Saya
menyadari penulisan Book Report ini masih banyak kekurangan karena saya masih
dalam tahap belajar, oleh karena itu saya mohon koreksi dari dosen mata kuliah perspektif sosial budaya dan pembaca.
Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu atas terselesaikannya Book Report ini. Semoga Book Report
ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Sukabumi, 20 juni 2013
Penyusun
BAB I PENDAHULUAN
“Dunia bergerak dengan cepat dan tengah mendekati titik nadirnya” — demikian pernyataan Uskup
Agung Wulfstan yang disampaikan
dalam kotbahnya di York pada 1014. Mudah dibayangkan bahwa perasaan yang sama juga diungkapkan pada zaman sekarang. Apakah harapan
dan kegelisahan di setiap
periode hanyalah salinan dari masa-masa sebelumnya? Apakah dunia tempat kita
hidup di akhir abad ke-20 ini sungguh
berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya?
Ya, memang sungguh
berbeda. Ada alasan kuat dan objektif untuk mempercayai bahwa kita sedang melalui sebuah periode besar
transisi sejarah. Selain itu, perubahan yang sedang mempengaruhi kita tidak terbatas di
satu wilayah saja di muka bumi, tetapi menjangkau hampir setiap tempat.
Kehidupan zaman kita
berkembang di bawah pengaruh ilmu, teknologi, dan pemikiran rasional, yang berasal dari Eropa abad ke-17 dan ke-18. Budaya industri Barat dibentuk oleh Pencerahan (Enlightenment) — oleh tulisan-tulisan para pemikir yang melawan, pengaruh agama dan dogma, serta ingin menggantikannya dengan pendekatan yang lebih berdasarkan akal budi dalam kehidupan
praktis.
Para filsuf Pencerahan
mempunyai ajaran yang sederhana namun tampaknya mempunyai pengaruh yang sangat besar. Menurut mereka, semakin kita mampu memahami dunia dan diri kita sendiri secara
rasional, semakin dapat kita membentuk sejarah untuk tujuan kita sendiri. Kita harus membebaskan diri dan kebiasaan dan prasangka masa lalu untuk mengendalikan masa depan.
Karl Marx, yang
gagasannya yang amat dipengaruhi olch pemikiran Abad Pencerahan, mengungkapkan pandangan itu dengan sangat sederhana. Ia berpendapat,
kita harus memahami sejarah untuk membuat sejarah. Dengan mengikuti pandangan seperti itu, Marx dan
Marxisme mcmpunyai pengaruh besar di abad ke-20.
Menurut pandangan itu,
dengan semakin berkem I )I t iI iya ilmu dan teknologi, dunia seharusnya menjadi lebih stabil dan tertib. Bahkan banyak pemikir yang menentang Marx,menerima gagasan ini.
Novelis George Orwell, misalnya ,membayangkan sebuah
masyarakat yang begitu stabil dan dapat diprediksikan — di mana kita semua menjadi
roda-roda kecil dalam mesin sosial dan ekonomi yang besar. Begitu pula harapan para pemikir sosial, seperi sosioioIog terkenal asal Jerman, Max
Weber.
Akan tetapi, dunia tempat
kita hidup sekarang ini tidak begitu tampak atau terasa
seperti yang mereka perkirakan. Bukannya semakin dapat
dikendalikan, dunia kita
tampaknya justru di luar kendali kita- sebuah dunia yang lepas kendali (Runaway world). Selain itu beberapa
pengaruh yang dikira dapat membuat hidup kita lebih pasti dan dapat diprediksikan termasuk kemajuan ilmu dan
teknologi, seringkali mempunyai dampak
yang sebaliknya. Perubahan iklim global dan berbagai risiko yang berkaitan dengannya, misalnya, mungkin merupakan akibat dan
intervensi kita terhadap lingkungan. Ini
bukanlah fenomena alamiah. Tak pelak lagi, ilmu dan teknologi terlibat dalam upaya kita menanggulangi risiko semacam itu, namun keduanya
lebih dahulu menciptakan risiko
tersebut.
Kita menghadapi risiko
yang tidak pernah ditemui siapa pun pada masa-masa sebelumnya —meningkatnya suhu global hanya satu di antaranya. Banyak risiko dan ketidakpastian baru yang mempengaruhi kita, tidak jadi soal di
mana kita hidup dan tidak peduli
betapa istimewanya kedudukan kita atau betapa melaratnya kita. Kesemuanya itu berkaitan erat dengan globalisasi, yaitu paket perubahan yang
menjadi pokok pembicaraan dalam
keseluruhan buku ini. Ilmu dan teknologi sendiri telah mengalami globalisasi. Terhitung lebih banyak ilmuwan yang bekerja di dunia
dewasa ini ketimbang yang terlibat
dalam sepanjang sejarah ilmu pada masa sebelumnya. Namun, globalisasi juga mempunyal berbagai macam dimensi lainnya. Globalisasi
memunculkan bentuk-bentuk risiko dan
ketidakpastian lain, khususnya yang terdapat dalam perekonomian elektronik global (global elecironic economy) — yang sendiri baru
berkembang akhir akhir ini. Dalam kaitannya
dengan ilmu pengetahuan, risiko memang bermata ganda. Risiko sangat terkait dengan inovasi. Risiko tidak selalu harus diminimalisir; keberanian mengambil risiko bisnis dan keuangan merupakan
kekuatan yang menggerakkan
globalisasi ekonomi.
Apa itu globalisasi dan apakah globalisasi sama sekali
baru, merupakan fokus
perdebatan yang intensif. Saya mendiskusikan perdebatan ini dalam Bab I karena banyak hal
lain tergantung padanya.
Namun, fakta mengenai masalah ini sebenarnya cukup jelas. Globalisasi merombak cara
hidup kita secara
besar-besaran. ia
bermula dan Barat membawa
jejak kuat kekuasaan politik dan ekonomi Amrrika, serta mempunyai konsekuensi
yang sangat tidak seimbang. Akan tetapi, globalisasi bukan sekadar soal
dominasi Barat terhadap yang lain; ja mempengaruhi Amerika
Senikat sebagaimana negara-negara lain.
Globalisasi juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari dengan kadar yang sama dengan pengaruhnya terhadap berbagai peristiwa di tingkat dunia. Itulah sebahnya buku ini memasukkan diskusi yang luas mengenai seksualitas, perkawinan, dan keluarga. Di sebagian besar belaha dunia , perempuan menuntut otonomi yang lebih besar dibandingkankan masa lalu, dan memasuki angkatan kerja dalam jumla besar. Aspek-aspek globalisasi ini setidaknya sama penting dengan apa yang terjadi dalam pasar global. Aspek-aspek ini memberikan kontribusi pada tekanan dan desakan yang mempengaruhi berbagai budaya dan cara hidup tradisional di sebagian besar wilayah di dunia. Keluarga tradisirancam, berubah, dan akan terus berubah lebih jauh lagi. Tradisi-tradisi lain, sepeii yang berhubungan dengan agama, juga mengalami berbagai transformasi besar. Fundamentalisme muncul dari dunia yang tradisi-tradisinya hancur.
Ajang pertempuran abad ke-21 alcan mengadu fundamentalisme dengan toleransi kosmopolitan. Dalam dunia yang mengglobal di mana informasi dan gambar secara rutin ditransmisikan ke seluruh muka burni, kita semua senantiasa berhubungan dengan mereka yang berbeda pemikiran dan cara hidupnya dengan kita. Kaum kosmopolitan menyambut baik dan merangkul kompleksitas budaya. Kaum fundamentalis menganggap hal itu menganggu dan berbahaya. Karena itu, baik di bidang agama, identitas etnis. maupun nasionalisme, mereka berlindung di balik tradisi yang dibersihkan dan dimurnikan - dan, cukup sering diiringi kekerasan.
Sah-sah saja jika kita berharap bahwa pandangan kosmopolitan akan keluar sebagai pemenang. Toleransi terhadap perbedaan budaya mempunyai hubungan yang dekat dengan demokrasi, dan demokrasi kini meluas ke seluruh dunia. Globalisasi berada di belakang ekspansi demokrasi ini. Dalam waktu yang bersamaan, secara paradoksal, globalisasi memperlihatkan keterbatasan struktur demokrasi yang paling dikenal, yaitu struktur demokrasi parlementer. Kim perlu melanjutkan proses demokratisasi institusi-institusi yang ada, dan melakukannya sedemikian rupa sehingga mampu menjawab tuntutan-tuntutan abad global. Kita tidak akan pernah dapat menjadi tuan atas sejarah kita sendiri, tetapi kita dapat dan harus menemukan cara untuk mengendalikan dunia kita yang tengah lepas kendali.
BAB II
ISI BUKU
Runaway
World
Bagaimana
Globalisasi Merombak Kehidupan Kita
Buku ini ditulis oleh Anthony Giddens yaitu seorang Direktur London School
of Economy ( LSE ) beliau juga adalah seorang Sosiolog yang juga menulis buku
Pengantar Sosiologi pada tahun 1999 dan terpilih menjadi Dosen pilihan BBC.
Anthony Giddens telah menulis beberapa buku dan diterjemahkann dalam berbagai
bahasa dan salah satunya adalah buku yang berjudul Runaway World ini yang
diterjemahkan oleh Andry Kristiawan dan Yustina Koen S.
Dalam buku Runaway World yang dalam arti terjemahannnya adalah berarti
Dunia yang Tak Terkendali ini memiliki suatu judul Indonesia yaitu Bagaimana
Globalisasi Merombak Kehidupan Kita, isi buku ini secara garis besar adalah
mengungkapkan fenomena Globalisasi yang muncul sekitar abad ke 20 yang
berpengaruh ke semua aspek kehidupan manusia. Pertama kali munculnya
Globalisasi yaitu pada abad pencerahan dimana pada abad ini muculah berbagai perubahan
dalam berbagai bidang keilmuan kita baik itu pengetahuannya,
tekhnologinya, kebudayaanya, serta pola
pikir masyarakat yang beralih ke arah modernisasi.
Pengertian Globalisasi itu sendiri yaitu mendunia, berarti peranan
globalisasi sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat didunia ini
dan Globalisasi disadari ataupun tidak Globalisasi telah merubah pola pikir
masyarakat dunia sekarang dan masyarakatpun mengikuti perubahan yang
ditimbulkan oleh Globalisasi ini. Dalam Globalisasi ini muncul dua pandangan
yaitu pandangan dari kaum skeptis dan kaum
radikal, menurut kaum skeptis ini
bahwa Globalisasi tidak akan merubah keadaan dunia seperti pada abad sebelumnya
dalam artian mereka yang memepunyai pandangan dari kaum skeptis ini tidak
mempercayai adanya Globalisasi, dan mereka juga tidak menganggap perubahan ini
terjadi karena arus Globalisasi.
Sedangkan kaum radikal memberi pandangan yang positif terhadap munculnya
Globalisasi, mereka yang menganut pandangan ini merasakan dampak
Globalisasi secara nyata dsan mereka
memberikan apresiasi yang baik atas munculnya perkembangan akibat dari
Globalisasi ini.
Munculnya alat-alat komunikasi mulai
dari alat komunikasi manual, alat komunikasi elektronik dan berkembang ke
satelit internet. Tentunya dalam kehidupan manusianyapun mengalami perubahan
budaya dimana sesuatu yang instan menjadi pilihan banyak orang contohnya banyak
tempat makanan yang menyajikan makanan dengan cepat seperti KFC, MC Donal’s dan
lain-lain.
Dalam bidang ekonomipun juga
mengalami kemajuan dimana banyak sekali transaksi-transaksi yang dilakukan
melalui dunia maya hal ini di akibatkan dari kemajuan tekhnologi, ekonomi
elektronik “, yaitu sistem transaksi pemindahan saldo yang ditampilkan melalui
angka-angka pada mesin komputer perbangkan sehingga orang tidak lagi membawa
uang dalam bentuk lembaran-lembaran yang sangat banyak dan koin-koin yang berat
tapi cukup meng-klik pada komputer dan selesai, aman , serta praktis.
Hal yang berbau perempuan pun
mengalamio perubahan mulai dari perempuan yang menuntut kesetaraan gender dan
adanya emansiapasi wanita bahkan perempuan pun ikut terjun dalam dunia politik,
jika pada jaman dahulu pernikahan merupakan hak orang tua untuk menjodohkan
anaknya atas dasar perasaan cinta atau tidak karena sistem keluarga tradisional
yang lebih dipengaruhi pemenuhan ekonomi keluarga munculnya globalisasi merubah
pandangan tentang pernikahan dimana pernikahan merupakan muara bertemunya dua
insan yang saling mencintai tuk menjalani dan membangun rumah tangga.
Tradisi pun tidak luput dari
pengaruh globalisasi ini dimana pada awalnya tradisi adalah ritul-ritual yang
secara turun temurun terus dilakukan tanpa tahu arti dari ritual tersebut dan
munculnya ilmu pengetahuan yang mencoba mengungkap kebenaran dari tiap
ritual-ritual tersebut dan hal tersebut memunculkan pandangan yang berbeda pula
dari kaum-kaum tertentu .
Demokrasi merupakan kebebasan yang
muncul dari akibat adanya globalisasi yang menyebabkan lancarnya komunikasi,
informasi dan ilmu pengetahuan sehingga merupakan abad pencerah bagi kaum-kaum
tertindas untuk mulai menuntut kemerdekaan, ya..globalisasi memunculkan rasa
nasionalisme dan kebangkitan identitas nasional suatu bangsa dan budaya lokal
di berbagai belahan dunia, karena itu pula paham komunis mulai melemah melihat
adanya kesejahteraan yang dijanjikan dapat terbangun secara lebih cepat dengan
adanya perlembangan industri di negara-negara Eropa sehingga secara bertahap
komunis mulai ditinggalkan dan terjalin kerjasama ekonomi dengan negara lain
dalam hal memenuhi kebutuhan bangsa dan menjalin informasi untuk mengembangkan
bangsanya.
Banyak hal positif yang dimunculkan
dari adanya globalisasi namun disamping itu dampak negatif juga tidak sedikit,
banyaknya resiko yang nampak di setiap sektor kehidupan manusia juga menjadi
tantangan untuk memunculkan inovasi-inovasi baru yang dapat mensiasati resiko
tersebut. Munculnya industri-industri raksasa di berbagai belahan dunia
menimbulkan resiko tinggi terhadap lingkungan baik itu darat, laut atau udara
yang terkontaminasi limbah industri,penyakit-penyakit baru muncul karena adanya
efek radiasi nuklir dan asupan makanan yang tidak lagi alami, bencana-bencana
alam karena rapuhnya bumi ini yang terus dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan
hidup, global warming yang senantiasa mencairkan gunung es di kutub yang merupakan
akibat dari banyaknya kendaraan yang diciptakan dengan teknologi-teknologi
canggih dan secara tanpa kita sadari mempunyai potensi penghancur yang maha
dasyat, kecanggihan teknologi informasi menjadi jalur baru tindak kriminal dan
penipuan yang terselubung dengan sangat rapi, tradisi dan kearifan lokal yang
mulai tergeser dengan hiburan-hiburan baru dunia modern juga mencetak
generasi-generasi yang penuh dengan kebebasan namun kurang tanggung jawab
sehingga banyak penyimpangan seksual, moral menurun dan agama hanya sebagai
label keimanan palsu, kesenjangaan yang sangat nampak antara si kaya dan si
miskin muncul sebagai refleksi dari kemampuan menguasai dan mengikuti
perkembangan dunia yang serba instan dan modern sehingga menuntut terpenuhi
iptek, dihadapkan dengan kondisi finansial yang tidak merata memperparah
keadaan kesejahteraan masyarakat yang tidak terjamah ilmu pengetahuan dan
sekolah.
Menjunjung terus nilai budaya secara
arif dan bijaksana merupakan salah satu indikator mengurang resiko dari dampak
globalisasi, mengadakan pemerataan kesejahteraan, masrarakat kosmopolitan
global perlu menyadari bahwa mereka harus hidup secara bijak dengan mengikuti
arus globalisasi namun tetap menjunjung nilai-nilai kehidupan dan
bermasyarakat, merekonstruksi lembaga-lembaga yang ada agar sesuai dengan
keadaan dunia yang mengglobal ini.
BAB III
HASIL
ANALISIS
1. GLOBALISASI
Dalam awal pembahasan buku ini khususnya tentang
Globalisasi ini, penulis pertama-tama menceritakan pengalaman dia sendiri
diambil dari pengalaman temannya yang sedang mengadakan penilitian disalah satu
daerah di afrika, pertama kali kedatangannya dia di ajak untuk mendatangi acara
hiburan malam, sebenarnya ia berharap dapat menyaksikan pertunjukan tradisonal
tapi kenyataannya acaranya adalah menonton film video. Padahal film teresebut
pada saat itu belum diputar dibioskop-bioskop di london.
Dapat kita lihat dari contoh diatas, bahwa contoh
diatas menunjukan sesuatu tentang dunia kita sekarang. Dan saya setuju dengan
pernyataan penulis bahwa disini kita tidak memandang ini hanya sekedar soal
orang menambahkan perlengkapan modern video, televisi, komputer dan lain
sebagainya dalam cara hidup mereka. Kita hidup didalam dunia transformasi, yang
mempengaruhi hampir setiap aspek dari apa yang kita lakuakan. Mau itu baik
ataupun tidak kita dipaksa ikut masuk kedalam tatanan global yang belum di
pahami sepenuhnya oleh siapapun, tetapi dampak dari Globalisasi dirasakan oleh
kita semua.
Menerut buku ini Globalisasi ini bukanlah suatau kata
yang sangat menarik atau elegan. Namun demikian, tidak seorangpun yang ingin
memahami prospek kehidupan kita diakhir abad ini dapat mengabaikannya Dengan popularitasnya
yang muncul tiba-tiba, kita tidak perlu terkejut jika makna gagasan itu tidak selalu jelas, atau jika reaksi intelektuai dibangun untuk
melawannya.
Di dalam buku uni dijelaskan pula bagaimana kaum
skeptis dan kaum radikal berbicara tentang Globalisasi, Menurut kaum skeptis, semua hal yang dibicarakan mengenai globalisasi hanyalah omong kosong.
Apapun manfaat, cobaan, dan kesengsaraan yang ditimbulkannya, ekonomi global tidak begitu berbeda
dengan yang pernah ada pada periode sebelumnya. Dunia hanya melanjutkan hal yang sama seperti yang telah terjadi selama
sekian tahun. Dalam pandangan kaum skeptis, banyak negara hanya memperoleh sedikit pendapatannya dan perdagangan
luar negeri. Selain ini,
berbagai transaksi ekonomi lebih banyak berlangsung di tingkat regional ketimbang dalam lingkup seluruh dunia. Sedangkan Kaum radikal berpendapat bahwa
globalisasi tidak hanya sangat nil, melainkan juga konsekuensinya dapat
dirasakan di mana pun.Pasar global, kata mereka, jauh lebih berkembang bahkan apabila dibandinghn dengan tahun 1960-an dan 1970-an, serta mengabaikan batas-batas negara. Banyak
bangsa telah kehilangan sebagian besar
kedaulatannya, dan para politisi juga kehilangan sebagian besar kemampuannya untuk mem pengaruhi dunia. Tidak mengherankan bahwa tidak
seorang pun menaruh respek lagi
pada para pemimpin politik, atau yang begitu berminat pada apa yang harus mereka katakan. Era negara-bangsa telah berakhir.
Dari buku yang saya baca dalam pembahasan pada
bab 1 tentang Globalisasi ini penulis bertujuan untuk memberitahuakan bahwa
dalam kenyataannya Globalisasi ini ada yang menerimanya dan ada pula yang
menolaknya.
Jika kita lihat dari buku ini Kaum skeptis cenderung berada di aliran kiri politik,khususnya kiri lama. Sebab, jika semua ini pada dasarnya hanya mitos, pemerintah masih dapat mengendalikan kehidupan ekonomi dan negara kesejahteraan pun tetap utuh. Gagasan mengenai globalisasi, menurut hukum skeptis, merupakan ideologi yang disebarluaskan oleh para pendukung pasar bebas yang ingin membongkar sistem kesejahteraan dan mengurangi pengeluaran negara. Apa yang terjadi sebagian besar adalah kembalinya keadaan dunia satu abad yang lalu. Pada akhir abad ke-19, sudah ada ekonomi global yang terbuka, dengan tingkat perdagangan yang besar, termasuk perdagangan mata uang.
Lalu siapa yang berada pada jalur kanan??? Menurut penulis yang dituangkannya dalam buku Runaway ini yang berada pada aliran kanan adalah kaum Radikal. Tingkat perdagangan dunia sekarang ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya, dan mencakup jenis barang dan jasa yang jauh lebïh b&aneka ragam. Namun, perbedaan yang paling mencolok terletak pada tingkat aliran uang dan modal. Ekonomi dunia dewasa ini yang terkait erat dengan uang elektronik uang yang hanya berwujud angka-angka di kompurer tidak ada bandingannya pada masa lalu.
Pemikiran penulis dalam menuangkannya kedalam buku ini nyatanya memang benar ketika melihat jaman sekarang semua serba praktis, semuanya sudah mengglobal keseluruh Dunia, Contohnya seperti apa yang dituliskan dalam buku ini,dalam ekonomi elektronik global yang baru ini, para manajer keuangan, bank, perusahaan, dan jutaan investor individual dapat memindahkan modalnya dalam jumlah yang besar dan belahan dunia yang satu ke belahan yang lain hanya dengan meng-’klik’ sebuah mouse pada komputer. Dengan begitu, mereka dapat menggoyang ekonomi yang tampaknya sekuat batu karang seperti yang terjadi di Asia.
Dan dalam bukunya ini penulis mengatakan bahwa globalisasi, sebagaimana yang kita alami, dalam banyak hal, tidak hanya baru, melainkan juga revolusioner.Namun, penulis tidak yakin bahwa kaum skeptis dan radikal telah memahami dengan tepat baik mengenai apa itu globalisasi maupun implikasi-implikasinya bagi kita. Kedua kelompok itu melihat fenomena tersebut melulu dalam pengertian ekonomi. Sedangkan Globalisasi berdimensi politik, teknologi, dan budaya, sebagaimana juga ekonomi. Globalisasi terutama sangat dipengaruhi oleh berbagai perkembangan sistem komunikasi, yang baru dimulai akhir 1960-an.
Setelah saya baca pembahasan Globalisasi ini secara keseluruhan, bahwa pada intinya penulis menyampaikan bagaimana pengaruh Globalisasi ini mempunyai pengaruh positif dan negatif. Dimana kita dapat merasakan dari kemajuan tekhnologi yang mengglobal, yang mungkin tadinya hanya dirasakan oleh negara-negara maju dan sekarang dapat kita rasakan dinegara yang berkembang khususnya Indonesia, dimulai dalam alat komunikasi setelah telegram muncul sekarang berkomunikasipun tidak harus kita mengetik ataupun menulis pesan , dengan kemajuan tekhnologi yang sekarang dapat kita rasakan didalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari telpon, Video call, chatting,sosial Media, BBM dan lain-lain. Tetapi suatu perubahan itu akan menimbulkan hasil yang positif dan yang negatif disini banyak juga efek negatif dalam pengaruh Globalisasi ini, karna dalam melakukan suatu perubahan kita harus menerima sebuah risiko yang akan menghampiri. Disisi lain kita bisa menikmati dengan manfaat yang ditimbulkan suatu kemajuan yang ditimbulkan oleh akibat dari Globalisasi ini, di sisi lain juga banyak hal yang membuat kita menggelengkan kepala , contohnya sistem keluarga tradisional kian berubah, atau terdesak, khususnya setelah kaum perempuan menuntut kesetaraan yang lebih besar. Sepanjang yang kita ketahui dan catatan sejarah, belum pernah sebelumnya ada masyarakat yang kaum perempuannya hampir setara dengan pria. Ini sungguh merupakan revolusi global dalam kehidupan sehari-hari yang konsekuensinya dirasakan di seluruh dunia, dan wilayah kerja hingga ke wilayah politik.
Demikianlah globalisasi merupakan serangkaian proses yang kompleks, bukan proses tunggal. Dan semuanya ini berlangsung dalam wujud yang kontradiktif atau berten tangan satu sama lain. Kebanyakan orang memandang globalisasi hanya sebagai pengaruh atau daya “yang bergerak meninggalkan” bangsa dan komunitas bical memasuki arena global. Dan memang inilah salah satu konsekuensinya.
Bangsa-bangsa memang kehilangan sebagian kekuatan ekonominya. Namun demikian, globalisasi juga mempunyai dampak yang sebaliknya Globalisasi tidak hanya menarik ke atas, melainkan jugamendorong ke bawah, menciptakan tekanan-tekanan baru bagi otonomi lokal. Dalam buku ini dijelaskan bahwa menurut Sosiolog America,Daniel Bell, menggambarkan hal ini dengan sangat baik ketika mengatakan bahwa suatu bangsa tidak hanya terlalu kecil untuk mengatasi masalah-masalah besar, tetapi juga terlalu besar untuk menyelesaikan masalah-masalah kecil. Globalisasi menjadi alasan bagi kebangkitan kembali identitas budaya lokal di berbagai belahan dunia.
Didalam buku juga dikatakan bahwa Gbobalisasi juga menekan ke samping. ia menciptakan zona-zona ekonomí dan budaya baru di dalam dan antar bangsa. Contohnya adalah regio Hong Kong, Italia Utara,dan Lembah Silikon di California. Atau lihat wilayah Barcelona. Daerah sekitar Barcelona, di Spanyol utara, mebuas hingga ke Prancis. Catalonia, di mana terletak Barcelona, sangat terintegrasi ice dalam Uni Eropa. Ia menjadi bagian dan Spanyol, tetapi melihat keluar juga.
jadi intinya dari pernyataan diatas bahwa Globalisasi pun tidak hanya menggerakan sesuatu yang sudah ada dan menaikannya keatas tetapi Globalisasi pun akan menumbuhkan hal-hal yang baru atau Globalisasi pun menekan kesamping sehingga Globalisasi dapat melebarkan dirinya dan menjadikannya lebih luas lagi.
Didalam buku ini pun dijelaskan bahwa Globalisasi tidak berkembang secara adil, dan tidak berarti semua konsekuensinya menguntungkan atau baik. Buat kebanyakan orang yang berada diluar Amerika dan Eropa, Globalisasi terkesan tidak menyenangkan karena Amerika serikat kini hanya menjadi satu-satunya negara Adidaya dengan posisis yang dominan di bidang ekonomi, budaya dan militer dalam tatanan Global. Banyak wujud kultural Globalisasi yang paling kelihatan berwajah Amerika.
Banyak juga pandangan yang mengganggap bahwa Globalisasi telah menghancurkan budaya lokal? Memperluas kesenjangan dunia dan membuat kehidupan kaum miskin semakin buruk. Dan didalm bukupun ditekannkan bahwa Globalisai menciptakan dunia yang terbelah antara pemenang dan pecundang, hanya sedikit yang dapat melaju dengan cepat mencapai kemakmuran, sementara mayoritas yang lain mengalami kehidupan yang penuh kesengsaraan dan keputusasaan.
Dan dalam buku ini pun dijelaskan bagaimana data statistik yang membuat kecil hati dimana mereka yang termiskin yakni seperlima penduduk Dunia pendapatannya merosot sedangkan sebaliknya jumlah pendapatan di negara-negara terkaya Dunia meningkat. Seiring dengan risiko ekologis yang terkait dengannya, meluasnya kesenjangan merupakan masalah palin serius yang dihadapi masyarakat dunia. Tetapi menurut Anthony Giddens yang menulis buku Runaway ini kita tidak cukup hanya menyalahkan mereka yang kaya, sungguh mendasar bahwa Globalisasi dewasa ini hanya sebagian Westernisasi . sudah barang tentu negara barat dan negara industri pada umumnya masih mempunyai pengaruh yang jauh lebih besar dari terhadap persoalan dunia dibandingkan negara yang lebih miskin. Akan tetapi, globalisasi semakin menyebar tidak dikuasai kelompok negara tertentu, apalagi perusahaan besar. Dampaknya juga begitu terasa di negara Barat, sama seperti yang terjadi ditempat lain.
Di dalam buku ada kalimat yang menarik perhatian saya yang isinya “Apakah globalisaši merupakan kekuatan yang menguntungkan semua pihak? Dan menurut buku ini pula Pertanyaan ini tidak dapat dijawab secara sederhana karena begitu kompleksnya fenomena tersebut. Orang yang mempertanyakan hal itu, dan yang mengutuk globalisasi sebagai kekuatan yang memperdalam kesenjangan dunia, biasanya membayangkan globalisasi ekonomi dan, di dalamnya, perdagangan bebas. Saat ini, sungguh jelas bahwa perdagangan bebas bukanlah keuntungan murni.
Perdebatan tentang globalisasi yang di kemukakan oleh penulis di bagian awal terutama berpusat pada implikasinya terhadap negara-bangsa. Apakah negara-bangsa, dan dengan demikiannpara pemimpin politik nasional, masih berpengaruh, ataukah sebagian besar menjadi tidak relevan sebagai kekuatan yang menentukan dunia?
Didalam buku ini tidak habis-habisnya berbicara mengenai bangsa, keluarga, kerja, tradisi, alam,seolah-olah semuanya sama seperti pada masa yang lalu. Tetapi Tidak. Kulit luarnya tetap. tetapi bagian dalamnya telah berubah—dan ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat,Jnggris, atau Prancis, tetapi hampir di mana pun juga.Inilah yang penulis sebut sebagai “lembaga-lembaga kulit luar”. Lembaga-lembaga ini tidak lagi memadai untuk melakukan tugas-tugas yang diembannya.
2.
RISIKO
Dalam pembahasan bab 2 ini, penulis
menceritakan masalah-masalah yang timbul akibat globalisasi yang telah kita
bahas pada bab sebelumnya. Di milai ketika penulis menceritakan bulan terpanas
dalam sejarah dunia dan seluruh tahun 1998 mungkin merupakan tahun terpanas.
Menurut buku yang saya baca ini dituliskan bahwa glombang panas menyebabkan
malapetaka dibabyak daerah dibelahan bumi bagian utara. Menurut buku ini yang
dituangkan melalui pemikiran penulis, bahwa masalah-masalah yang timbul
diakibatkan karena cempur tangan manusia terhadap iklim dunia, dan hal tersebut
sangat berkaitan dengan risiko.
Kata risiko ini sebenarnya baru-baru
terdengar karena pada abad pertengahan manusia pada abad itu tidak mengenal
dengan yang namanya Risiko. Menurut anthony giddens beliau mengungkapkan bahwa
gagasan risiko tidak dapat dipisahkan dari gagasan tentang probabilitas dan
ketidak pastian. Contohnya seseorang tidak dapat dikatakan mengambil risiko
jika hasilnya 100persen pasti.
Dan menurut buku ini budaya-budaya
tradisional tidak memiliki konsep risiko karena memang mereka tidak
membutuhkannya. Risiko tidak sama dengan ancaman atau bahaya. Risiko mengacu
pada bahaya yang secara aktif diperkirakan berkaitan dengan yang akan terjadi.
Kata risiko dipergunakan secara luas hanya dalam masyarakat yang berorientasi
kemasa depan, yang melihat masa depan tepat sebagai wilayah yang harus
ditaklukan atau dikuasai
Menerima risiko juga merupakan syarat
untuk mendapatkan kegembiraan dan petualangan dan kesejahteraan dalm
perekonomian medern
Didalam buku ini dijelaskan ada dua
jenis risiko yaitu pertama Risiko eksternal yaitu risiko yang datang dari luar,
dari ketentuan tradisi atau alam. Yang kedua yaitu Risiko buatan yaitu risiko
yang tercipta sebagai dampak perkembangan pengetahuan kita tentang dunia.
Dan menurut penulis kehidapan kita pada
abad ini tidaklah lebih berbahaya atau tidak lebih berisiko dari pada kehidupan
generasi sebelumnya, namun perimbangan antara risiko dan bahaya telah bergeser.
Kita hidup didunia, dimana bahya yang kita ciptakan sendiri sama atau lebih,
menakutkan dari pada yang datang dari luar.
Akhirnya, tidak mungkin sekedar
mengambil sikap yang negatif terhadap risiko. Risiko selalu perlu dikendalikan
tetapi ketika kita aktif dalam mengambil risiko maka unsur pokok perekonomian
yang dinamis dan masyarakat yang inopatif akan terwujud. Hidup diabad global
berarti mengatasi keanekaragaman risiko dalam situasi yang baru. Didalam buku
ini dijelaskan, kita hanya perlu sering lebih bersikap barani dari pada
berhati-hati dalam mendukung penemuan ilmiah ataupun bentuk perubahan lainnya.
3.
TRADISI
Kebanyakan dari apa yang kita anggap tradisional, dan
menembus batas waktu, sebenarnya merupakan produk dari maksimal dua abad yang
lalu, dan sering kali lebih jauh lagi
Dalam buku ini dijelaskan bahwa tanpa kita sadari atau
tidak sebenarnya kita sudah meninggalkan yang namanya tradisi diakibatkan
moderenisasi yang muncul ditangah-tengah kita. Tradisi dan adat istiadat
semestinya keduanya telah menjadi bagian penting kehidupan sebagian besar orang
hampir sepajang hidup umat manusia
Tradisi disini peranannya hanya merupakan sisi gelap
moderenitas, maksud dari pernyataan diatas menurut pemahaman penulis tidak
masuk akal sehingga mudah diremehkan. Dan jika kita ingin benar-benar mengatasi
tradisi, kita tidak dapat menganggapnya
hanya sebagai ketololan. Dengan demikian gagasan mengenai tradisi itu sendiri
merupakan ciptaan modernitas maksudnya tidak mungkin akan ada tradisi tanpa
modernisasi yang ada. Lalu timbul pertanyaan bagaimana seharusnya kita memahami
tradisi? Kita dapat membuat awal yang baik dengan melihat kembali tradisi yang
diciptakan dan menurut penulis yang dituangkannya dalam buku ini semua tradisi
adalah tradisi yang diciptakan. Tidak satu pun masyarakat tradisional yang
sepenuhnya tradisional, dan tradisi serta adat istiadat diciptakan karna
berbagai macam alasan. Kita tidak boleh beranggapan bahwa pembentukan tradisi
secara sadar hanya ditemukan pada masa modern. Selain itu, tradisi selalu mengikut
sertakan kekuasaan, entah tradisi itu dibentuk secara sengaja atau tidak.
Tradisi sering kali juga tunduk pada modernitas dan
itu terjadi dalam sejumlah situasi diseluruh dunia. seharusnya tradisi itu
harus diibaratkan menjadi benda pusaka atau pun benda seni yang tidak terlampau
bernilai harganya
Menurut penulis, mengungkapkan bahwa sungguh rasional
mengakui bahwa tradisi dibutuhkan dalam masyarakat. Dan kita tidak boleh
menerima gagasan abad pencerahan bahwa dunia harus membersihkan diri seluruhnya
dari tradisi. Tradisi itu dibutuhkan dan akan selalu bertahan, karena tradisi
menciptakan kesinambungan dan memberi bentuk pada kehidupan. dan sekarang
bagaimana ketika tradisi berubah peran berbagai dinamika baru memasuki
kehidupan kita. Hal ini dapat diringkas sebagai sebuah tarik ulur antara
otonomi tindakan dan keterpaksaan di sati sisi, serta antara kosmopolitanisme
dan fundamentalisme disisi lain. Dimana tradisi telah mengalami kemunduran
diakibatkan datangnya globalisasi dan kita dipaksa untuk hidup secara lebih
terbuka dan replektik.
Kita semua membutuhkan komotmen moral diatas segala
persoalan kecil dan percekcokan dalam kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai itu
secara aktif harus dijaga oleh kita dimana pun nilai-nilai itu kurang
berkembang atau terancam. Tidak seorang pun dari kita dapat menemukan makna
dalam hidupnya jika tidak mempunyai sesuatu yang bernilai untuk diperjuangkan
mati-matian. Penyataan tersebut berhubungan dengan pembahasan kita pad abab
sebelumnya yaitu tentang risiko bahwa sesungguhnya kita harus berkorban
mati-matian untuk menenukan makna dalam hidup ini dan itu semuanya adalah
risiko.
4.
KELUARGA
Sekarang kita masuk kedalam pembahasan Keluarga
menurut buku ini bahwa di antara semua perubahan yang berlansung di dunia ini,
tidak ada yang lebih penting dari pada yang terjadi dalam kehidupan pribadi
kita misalnya dalam seksualitas, hubungan pribadi, perkawinan dan keluarga.
Di dalam buku ini penulis ingin mengungkapkan
perbedaan antara keluarga tradisional dan keluarga yang modern dimana penulis
mengambil contoh kelurga-keluarga Tradisional yang berada di Cina dan keluarga
yang modern yang berada ninegara-negara barat. Tetapi dalam pembahasan buku ini
penulis menekankan kepada keluarga Tradisional.
Keluarga
tradisional adalah sebuah katagori yang mencakup begitu banyak hal. Ada
mcam-macam tipe keluarga dan sistem kekerabatan dalam masyarakat dan budaya
yang berbeda-beda. Misalnya keluarga orang-orang cina ini yang selalu berbeda
dengan bentuk-bentuk keluarga di barat.
Dalam keluarga tradisional, perkawinan tidak ubahnya
proses alam. Baik bagi laki-laki ataupun perempuan , perkawinan dianggap
sebagai tahap kehidupan yang semestinya dilalui oleh sebagian besar orang, dan
tidak berakhir percuma dengan perceraian. Perkawinan pada saat ini merupakan
kondisi yang normal, bagi kebanyakan orang makna perkawinan kurang lebih telah
berubah sepenuhnya. Sebuah perkawinan menandakan bahwa sebuah pasangan berada
pada hubungan yang stabil, dan mengembangkan kestabilannya itu, sejak pertama
mereka membuat komitmen yang dinyatakan secara publik. Namun, kenyataannya
sekarang perkawinan bukanlah menjadi dasar utama hidup berpasangan lagi.
Di dalam buku ada pembahasan tentang Hubungan murni,
dan pertanyaannya apa hubungan emosi murni ini dengan pembahasan kita tentang
keluarga yang berkaitan erat dengan yang namanya perkawinan. Hubungan murni
menurut penulis adalah hubungan yang didasarkan pada komunikasi emosional,
dimana imbalan yang diperoleh dari komunikasi semacam itu menjadi dasar utama
kelangsungan hubungan tersebut. Yang penulis maksudkan bukanlah hubungan murni
seksual, penulis berbicara mengenai gagasan abstrak, yang membantu kita
memahami perubahan-perubahan yang berlangsung di dunia.
Hubungan murni mempunyai dinamika yang cukup berbeda dengan
berbagai macam ikatan sosial yang lebih tradisional. Hubungan ini tergantung
pada proses kepercayaan aktif, membuka diri kepada orang lain. Hubungan yang
baik sudah tentu merupakan hubungan yang ideal.dan kenyataannya dalam kehidupan
sehari-hari kita tidak dapat mendekati yang ideal itu, dan hubungan yang baik
hubungan yang setara, dimana setiap pihak mempunyai hak dan kewjiban yang sama.
Di
dalam buku ini pun di tuliskan tentang begitu banyak nya pertanyaan yang harus diajukan terhadap semua persoalan
ini , dan banyak juga pertanyaan yang harus dijawab dalam bab yang singkat ini. Menurut penulis, beliau telah memusatkan perhatian terutama pada kecenderungan yang mempengaruhi keluarga di Negara Barat. Bagaimana dengan wilayah di mana keluarga
tradisional sebagian besar masih utuh, seperti di Cina yang saya jadikan contoh pada awal bab ini. Apakah perubahan yang kita lihat di negara Barat akan semakin mengglobal? Dan penulis
mengira bahwa akan begitu jadinya dan memang begitulah keadaannya sekarang. Ini bukanlah soal apakah
bentuk keluarga tradisional yang
ada akan berubah atau tidak, melainkan kapan dan bagaimana. Beliau bahkan hendak melangkah lebih jauh. Apa yang beliau gambarkan sebagai
demokrasi emosi yang tengah
merebak. Kesctaraan antara
laki-laki dan perempuan, dan
kebebasan
seksual kaum perempuan,
yang bertentangan dengan keluargatradisional, haram bagi kelompok fundamentalis.
Ada banyak hal yang pcrlu dikhawatirkan mengenai
keadaan keluarga di negara
Barat dan negara Iainnya. Bahwa setiap bentuk keluarga sama baiknya dengan
yang lain adalah sama
kelirunya dengan menandaskan bahwa merosotnya keluarga rradisional
merupakan sebuah bencana.
Dalam bukunya penulis mengatakan “Seandainya saya pernah tergoda untuk mempertimbangkan bahwa keluarga radisional bagaimanapun juga adalah yang terbaik, saya teringat pada apa yang pernah dikatakan oleh nenek saya. Ia pasti telah menjalani perkawinan terlama yang pernah dialami orang, dengan hidup bersama suaminya selama 60 tahun lebih. Ja pernah membuka rahasia bahwa sebetulnya ia sangat tidak bahagia dengan suaminya sepanjang masa perkawinan itu. Pada zamannya itu tidak ada jalan keluar”.
5.
DEMOKRASI
Dan
sekarang adalah pembahasan terakhir pada buku RUNAWAY ini. Demokrasi barangkali
merupakan gagasan yang paling menggairahkan di abad ke 20.(buku ini di tulis
pada abad 20) hanya ada sedikit negara didunia ini yang menyebut dirinya
demokratis.
Dan
sekarang pertanyaannya apa yang dimaksud dengan demokrasi? Banyak sekali
perdebatan dan banyak juga penafsiran yang berbeda-beda yang telah dikemukakan,
dan menurut penulis Demokrasi adalah sebuah sistem yang meliputi persaingan
efektif di antara partai-partai politik untuk merebutkan posisi kekuasaan. Jadi
dapat kita analisis bahwa kata kunci dalam pengertian demokrasi menurut buku
ini adalah Partai-partai politik, dan kekuasaan.
Demokrasi
adalah bukan soal atau tidak ada sama sekali. Karna bisa jadi ada banyak bentuk
dan tingkat demokratisasi yang berbeda-beda. Karena pada intinya demokrasi pada
setiap negara berbeda-beda.
Riset
membuktikan bahwa semenjak pertengahan 1970 an, jumlah pemerintah yang
demokratis di dunia telah bertambah lebih dari dua kali lipat. Demokrasi telah
menyebar ke 30 negara, dan negara-negara tersebut tetap menjaga kelangsungan-kelangsungan
lembaga-lembaga demokrasinya.
Dan
dalam bukupun mengungkapkan tentang paradoks demokrasi, yang di maksud paradoks
demokrasi adalah bahwa demokrasi menyebar keseluruh dunia , dan penomena ini
pun merupakan akibat dari Globalisasi yang kita bahas pada bab pertama.
Pemikiran penulis tentang paradoks demokrasi ini adalah bahwa sesengguhnya
ketika suatu negara sudah matang dalam demokrasinya, maka negara-negara lain
akan mengikutinya.
Dengan
seiringnya waktu kepercayaan terhadap politisi-politisi semakin merosot,
buktinya sekarang lebih sedikit orang-orang yang menggunakan hak pilihnya
ketika PEMILU berlangsung dari pada semestinya , hal ini membuktikan bahwa
kepercayaan mereka semakin mengecil terhadap para politisi ini.
Dimanakah
Demokrasi ini di tinggalkan oleh arus besar itu?? Haruskah kita menerima bahwa lembaga-lembaga
demokrasi semakin tersingkir persis pada titk dimana demokrasi tampaknya sedang
marak?
Pada
kenyataannya orang telah banyak kehilangan kepercayaan yang biasanya mereka berikan
pada para politisi dan prosedur demokratik ortodok . namun pada kenyataannya
mereka tidak kehilangan kepercayaan pada proses demokratis. Sekarang timbul
perttanyaan lagi bagaimana mungkin pemerintahan dan demokrasi dapat belangsung
secara aktif ketika keduanya telah kehilangan kekuasaan atas
peristiwa-peristiwa yang terjadi? Dan menurut buku ini apa yang dibutuhkan di
negara demokratis adalah pendalaman demokrasi itu sendiri. Pendalaman demokrasi
dibutuhkan karena mekanisme lama pemerintahan tidak berjalan dengan sebuah
masyarakat dimana warganya hidup dalam lingkungan informasi yang sama dengan
mereka yang berkuasa.
Masalah
yang kita hadapi saat ini dan hampir terjadi di negara0negara yang menganut
demokrasi yaitu Korupsi, bukan kebetulan bahwa ada banyak skandal korupsi dalam
politik diseluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut
buku ini pula bahwa sesungguhnya Ekspansi demokrasi berkaitan erat dengan
perubahan struktural dalam masyarakat dunia . tidak ada keberhasilan tanpa
perjuangan. Namun melanjutkan pengembangan demokrasi lebih jauh pada semua
level patut diperjuangkan dan itu bisa dicapai. Dunia kita yang lepas kendali
tidak membutuhkan lebihsedikit pemerintahan, namun lebih banyak pemerintahan
dan ini hanya dapat dihasilkan oleh lembaga-lembag demokrasi.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Demikianlah
pembahasan
kita kali ini jadi intinya globalisasi
merupakan serangkaian proses yang kompleks, bukan proses tunggal. Dan semuanya ini
berlangsung dalam wujud yang
kontradiktif atau berten tangan satu sama lain. Kebanyakan orang memandang
globalisasi hanya sebagai
pengaruh atau daya “yang bergerak meninggalkan” bangsa dan komunitas bical memasuki
arena global. Dan memang inilah salah satu konsekuensinya.
Globalisasi tidak hanya menggerakan sesuatu yang sudah ada dan menaikannya
keatas tetapi Globalisasi pun akan menumbuhkan hal-hal yang baru atau
Globalisasi pun menekan kesamping sehingga Globalisasi dapat melebarkan dirinya
dan menjadikannya lebih luas lagi.
Globalisasi tidak berkembang secara adil, dan tidak berarti semua konsekuensinya menguntungkan atau baik. Buat kebanyakan orang yang berada diluar Amerika dan Eropa, Globalisasi terkesan tidak menyenangkan karena Amerika serikat kini hanya menjadi satu-satunya negara Adidaya dengan posisis yang dominan di bidang ekonomi, budaya dan militer dalam tatanan Global. Banyak wujud kultural Globalisasi yang paling kelihatan berwajah Amerika.
masalah-masalah yang timbul akibat
Globalisasi itu sendiri dan karena cempur tangan manusia terhadap iklim dunia,
dan hal tersebut sangat berkaitan dengan risiko, dan risiko ini akan kita
rasakan ketika kita melenyapkan segala sesuatu yang merupakan sejarah
terbentuknya kehidupan kita sekarang ini.
Tradisi disini peranannya hanya merupakan sisi gelap
moderenitas, maksud dari pernyataan diatas menurut pemahaman penulis tidak
masuk akal sehingga mudah dire
Dan jika kita ingin benar-benar mengatasi tradisi,
kita tidak dapat menganggapnya hanya
sebagai ketololan. Dengan demikian gagasan mengenai tradisi itu sendiri
merupakan ciptaan modernitas maksudnya tidak mungkin akan ada tradisi tanpa
modernisasi yang ada.
Tradisi itu dibutuhkan dan akan selalu bertahan,
karena tradisi menciptakan kesinambungan dan memberi bentuk pada kehidupan. dan
sekarang bagaimana ketika tradisi berubah peran berbagai dinamika baru memasuki
kehidupan kita. Hal ini dapat diringkas sebagai sebuah tarik ulur antara
otonomi tindakan dan keterpaksaan di sati sisi, serta antara kosmopolitanisme
dan fundamentalisme disisi lain. Dimana tradisi telah mengalami kemunduran
diakibatkan datangnya globalisasi dan kita dipaksa untuk hidup secara lebih
terbuka dan replektik.
Keluarga tradisional adalah sebuah katagori yang
mencakup begitu banyak hal. Ada macam-macam tipe keluarga dan sistem
kekerabatan dalam masyarakat dan budaya yang berbeda-beda. Misalnya keluarga
orang-orang cina ini yang selalu berbeda dengan bentuk-bentuk keluarga di
barat. Di dalam keluargapun kita akan mengenal yang namanya kekuasaan yang
dipegang oleh seorang peminpin, kekuasaan atau wewenang sangat berkaitan erat
dengan Demokrasi.
Demokrasi
adalah bukan soal atau tidak ada sama sekali. Karna bisa jadi ada banyak bentuk
dan tingkat demokratisasi yang berbeda-beda. Karena pada intinya demokrasi pada
setiap negara berbeda-beda.
Jadi
intinya pembahasan kita kali ini memang merupakan sistem yang saling
keterkaitan dan saling ketergantungan dimana Globalisasi ini merombak kehidupan
kita mulai dari hal yang paling kecil seperti keluarga, Tradisi dan itu
merupakan risiko yang kita rasakan sekarang, khususnya dinegara-negara yang
menganut sistem pemerintahan demokrasi, dan demokrasi merupakan akibat dari
Globalisasi it sendiri.
A. Kritik dan Saran
Saya
berharap setelah dibuatnya Book Report ini maka akan memberikan pengetahuan
yang lebih luas sehingga menambah wawasan dan membuka pikiran pembaca untuk
mengetahui dan lebih memahami secara ringkas tentang bagaimana Globalisasi
merombak kehidupan kita . Sehingga nantinya kita sebagai calon pendidik tidak
akan menjadi pendidik yang verbalisme. Namun menjadi pendidik yang sebenarnya,
cerdas dan memahami bahkan menguasai materi yang akan diajarkan kepada anak
didiknya.






0 komentar:
Posting Komentar