RSS

(Tugas keminatan IPA) Sekenari Pembelajaran IPA tentang perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

SEKENARIO PEMBELAJARAN


Satuan Pendidikan               : SD/MI
Mata Pelajaran                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kompetensi Dasar               :Membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan 
Indikator                               :
1.     Menjelaskan sejarah penemuan sel
2.     Menjelaskan pengertian sel
3.     Menunjukan bagian-bagian sel berdasarkan gambar
4.     Membedakan sel hewan dan sel tumbuhan
Tujuan Pembelajaran          :
1.     Siswa dapat menjelaskan sejarah penemuan sel
2.     Siswa dapat menjelaskan pengertian sel
3.     Siswa dapat menunjukan bagian-bagian sel berdasarkan gambar
4.     Siswa dapat membedakan sel hewan dan sel tumbuhan
Materi Pembelajaran           :                            
1.     Sel
Ø  Sejarah penemuan sel
Ø  Sel hewan dan sel tumbuhan
Ø  Struktur sel
Sumber belajar :
Ø  Lingkungan sekitar
Ø  Modul IPA
Ø  LKS IPA
Ø  Pengalaman para siswa
Media Pembelajaran :
Ø  Media visual. ( Gambar DLL)
Ø  Media audio visual.(media yang dibuat oleh guru)

Model Pembelajaran :
            Dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berkena dengan permasalahan sel bagaimana meningkatkan pengetahuan siswa dan perhatian mereka terhadap sel,maka dalam hal ini penulis menggunakan model pembelajaran kontekstual.

Kegiatan Pembelajaran (pertemuan 1-3) :
Persepsi
Dalam kegiatan persepsi ini pertama-tama seorang guru menyapa seluruh muridnya dengan mengucapkan salam, selanjutnya guru mengajak para siswanya berdo’a terlebih dahulu dipinpin oleh ketua kelas. Selanjutnya guru dapat mengawali pertemuan dengan menanyakan kabar semua muridnya. Setelah itu guru memeriksa daftar kehadiran siswa atau mengabsen siswa dan menanyakan siapa yang tidak hadir dalam pertemuan pembelajaran saat itu, dan jika ada siswa yang tidak hadir, maka guru harus menanyakan alasan mengapa siswa itu tidak hadir kepada siswa yang lain.
Selanjutnya guru melanjutkan dengan memeriksa kesiapan, kerapihan dan kebersihan siswa untuk mengikuti mata pelajaran IPA. Dan sangat baik sekali ketika langkah ini rutin dilakukan setiap hari sebelum melakukan pembelajaran, sehingga siswa menjadi termotivasi dan semangat dalam mengikuti semua proses pembelajaran. Selanjutnya, agar siswa tetap fokus terhadap materi yang akan di pelajari, alangkah baiknya seorang guru memberikan rangsangan otak kepada siswa melalui pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi yang akan disampaikan.


Apersepsi
setelah guru melakukan rangsangan otak terhadap semua siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan, maka selanjutnya guru dapat memulai proses pembelajaran dengan cara menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan untuk melengkapi materi yang akan disampaikan tersebut. Guru dapat menggunakan media visual ataupun audio visual, bahkan lebih baik ketika guru memadukan kedua media tersebut yaitu media visual dan audio visual di jadikan sebagai media pembelajaran.
Misalnya mengenai materi sel ini, alangkah baiknya guru menerangkan pengertian sel secara visual, lalu mencoba menayangkan audio visual yang berkaitan dengan materi tersebut. Hal ini untuk merangsang berpikir kritis dan rasa ingin tahu para siswa terhadap materi yang akan disampaikan oleh guru.
·       Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru:
1.     Siapakah orang yang pertama kali mengamati sel?
2.     Apa yang kalian nketahui tentang sel?
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru memberikan penafsiran tentang arti penting dari materi yang disampaikan untuk kehidupan manusia. Dan guru melibatkan para siswanya untuk mencari informasi yang luas terhadap dunia luar mengenai materi yang sedang dipelajari, baik itu dari pengalaman pribasi siswa, pengetahuan siswa yang dia dapatkan dari membaca, Mendengar maupun dari televisi.
Dalam proses pembelajaran tersebut guru dapat menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lainnya. Dalam hal sumber yang akan digunakan, guru dapat menggunakan buku sumber yang telah ditentukan, internet, media cetak atau elektronik, juga lingkungan sekitar.
Dalam hal ini, pembelajaran kontekstual meliputi:
1.     Konstruktivistik ialah strategi untuk mengembangkan pengetahuan awal siswa, sehingga siswa dapat menghubungkan konsep-konsep yang diketahuinya dan dapat dijadikan sebagai pegangan siswa dalam memecahkan permasalah yang terjadi.
2.     Kooperatif dan kemandirian. Merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa dalam kelas yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan kemandirian dimaksudkan agar siswa dapat mengatur dirinya sendiri serta tidak tergantung kepada siapapun.
3.     Metode inkuiri. Disini siswa di tuntut mencari fakta, baik secara individu maupun kelompok melalui suatu pengalaman pribadi siswa, dari sumber media cetak atau elektrinik dan sebagainya, tapi hal ini dilakukan siswa sebelum guru memberikan poin-poin penting mengenai materi yang sedang dipelajari. Setelah itu guru bisa melakukan suatu observasi sederhana, yang kemudian dapat dipresentasikan atau didiskusikan.
4.     Refleksi. Guru memberikan rangsangan otak lanjutan dengan pertanyaan-pertanyaan santai yang berkesinambungan dengan materi yang sedang dipelajari pada fase sebelumnya. Selain dengan pertanyaan guru juga bisa menampilkan suatu video atau media pembelajaran lain yang sesuai dengan materi.
·       Guru menjelaskan tentang sejarah penemuan sel
·       Guru menjelaskan pengertian sel
·       Guru menunjukan bagian bagian sel pada gambar
·       Guru menjelaskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
Elaborasi
Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas yang bermakna, tujuannya supaya siswa mau membaca dan mencari. Hal tersebut bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan siswa mengenai pelajaran yang sedang dipelajarinya, sehingga dapat menunjang pengetahuan, pemahaman, berpikir kritis, dan siswa diharapkan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
·       Siswa menuliskan kembali bagian-bagian sel hewan dan sel tumbuhan pada gambar yang disediakan oleh guru
·       Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tentang materi yang bersangkutan dengan bermakana.
·       Memfasilitasi para siswa dengan pemberian tugas, diskusi, dan pertanyaan-pertanyaan secara spontan untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis tentang materi yang bersangkutan.
·       Memberi kesempatan siswa untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut.
·       Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran baik itu kooperatif dan kolaboratif dan mengarahkan para siswa untuk  bisa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik itu lisan maupun tulisan, Individu atupun kelompok.
·       Mengarahkan siswa untuk belajar dengan menghasilkan produk yang bermakna, tanpa mengabaikan proses pembelajaran yang berlangsung.
·       Mengarahkan siswa untuk percayadiri dalam hal apapun dalam proses pembelajaran berlangsung.
Konfirmasi
Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, dan isarat terhadap keberhasilan siswa. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi siswa melalui berbagai sumber, lalu melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar seperti dapat dilakukan dengan cara mengajak siswa untuk langsung melakukan suatu praktek dari materi yang telah disampaikan.
Penutup
Ø  Membuat rangkuman dari materi yang telah disampaikan.
Ø  Melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
Ø  Memberikan apresiasi terhadap siswa yang dianggap berhasil atau baik dalam mendapatkan suatu hasil.
Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu langkah untuk mengetahui tolok ukur tingkatan keberhasilan siswa dalam suatu proses pembelajaran, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk tugas, atau siswa mengerjakan suatu evaluasi yang terdapat di buku sumber yang relevan.












Materi Pelajaran (PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN)

1. Sejarah Penemuan Sel
Penemuan sel pertama kali diawali dengan ditemukannya mikroskop oleh Antoni von Leeuwenhoek. Bentuk mikroskop tersebut dapat kalian ketahui dengan mencermati Gambar 1.1. Adanya penemuan mikroskop ini mengilhami ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1635- 1703), ahli pembuat mikroskop, melakukan pengamatan terhadap suatu obyek biologi. Saat itu ia mengamati irisan penampang melintang gabus batang tumbuhan. Irisan melintang tersebut tampak pada Gambar 1.2.
Ia melihat bahwa di dalam irisan itu terdapat rongga segi enam yang kosong dan mati. Ia menyebut rongga tersebut dengan nama sel, yang berasal dari kata cellula yang berarti ‘kamar’.
Tahun 1838, dua ahli biologi Jerman, yakni Mathias J. Schleiden yang ahli botani dan Th eodor Schwann yang ahli zoo logi, membuktikan bahwa sel itu hidup dan bukanlah kamar kosong. Namun, di
dalam sel tersebut terdapat sitoplasma yang berisi cairan. Oleh karena itu, muncullah teori terkait sel. Teori ini dinamakan teori sel yang berbunyi bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan bagian terkecil makhluk hidup yang memiliki aktivitas kehidupan.
Sehingga hal ini menunjukkan bahwa sel merupakan penyusun dasar tubuh makhluk hidup.
Penelitian tentang sel kemudian dilanjutkan oleh Felix Dujardin. Ia mene mukan bahwa sel terdiri atas dinding sel dan isi sel. Isi sel ini meliputi materi yang bersifat hidup dan termasuk bagian terpenting sel
hidup. Isi sel tersebut dinamakan protoplasma dengan arti zat pertama yang dibentuk. Sebenarnya, istilah protoplasma sudah diperkenalkan.

3.     Pengertian Sel
Saat terdengar kata “sel”, mungkin yang tebersit dalam benak adalah tempat untuk mengurung penjahat atau pelaku tindak kriminal. Pemahaman ini tidak seutuhnya salah, sebab sel diibaratkan sebuah kamar-kamar kecil yang tersebar di seluruh tubuh. Isi kamar tersebut berupa organela sel yang selalu beraktivitas. Karena itu, sel dapat diartikan sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup dan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas kehidupan. Aktivitas kehidupan sel meliputi sintesis, pengangkutan zat, pernapasan, pengeluaran zat sisa, pertumbuhan dan perkembangan.
4.     Bagian-Bagian sel berdasarkan Gambar

4. Perbandingan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki bagian-bagian tertentu yang berbeda. Perbedaan ini dapat kita tentukan dari ragam organel penyusun sel kedua makhluk hidup tersebut.
Karena kalian sudah mempelajari struktur dan fungsi sel makhluk hidup, maka kalian dapat mengidentifi kasi organel penyusun sel hewan dan sel tumbuhan.












Evaluasi

Analisis silabus IPA SD kurikulum 2013 yang di sesuaikan dengan Hakikat IPA

MAKALAH
“Analisis silabus IPA SD kurikulum 2013 yang di sesuaikan dengan Hakikat IPA”
Tugas ini di buat untuk memenuhi mata kuliah Pendidikan IPA di SD II



Biyan Revany
06 316 1111 132
PGSD D / IV




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Yang telah memberikan curahan rahmat-Nya, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para shahabatnya dan semoga sampai kepada kita sebagai pengikutnya.
Penulisan Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan IPA di SD 2 di semester 5 jurusan PGSD FKIP UMMI. Saya menyadari penulisan Makalah ini masih banyak kekurangan karena saya masih dalam tahap belajar, oleh karena itu saya mohon koreksi dari dosen mata kuliah pendidikan IPA di SD 2 dan pembaca.
 Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu atas terselesaikannya Makalah ini. Semoga Makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

                                                                                                           
Sukabumi, 17 Oktober 2013

Penyusun









DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                                                                     
KATA PENGANTAR  ...........................................................................................                                    i
DAFTAR ISI ...........................................................................................................   .................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang   .........................................................................................     1
B.    Rumusan masalah ......................................................................................     1
C.    Tujuan..........................................................................................................     1

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kurikulum 2013........................................................................   ..................................................................................................................... 2
B.    Pengertian Hakikat IPA ..............................................................................   ..................................................................................................................... 3
C.    Kesesuaian Silabus IPA kurikulum 2013 dengan Hakikat IPA..................   ..................................................................................................................... 4

BAB III PENUTUP..................................................................................................              
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................              








BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kurikulum 2013, yang rencananya diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014, masih menimbulkan Pro Dan Kontra di kalangan praktisi pendidikan. Pihak yang mendukung kurikulum baru menyatakan, Kurikulum 2013 memadatkan pelajaran sehingga tidak membebani siswa, lebih fokus pada tantangan masa depan bangsa, dan tidak memberatkan guru dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Pihak yang kontra menyatakan, Kurikulum 2013 justru kurang fokus karena menggabungkan mata pelajaran IPA dengan Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Ini terlalu ideal karena tidak mempertimbangkan kemampuan guru serta tidak dilakukan uji coba dulu di sejumlah sekolah sebelum diterapkan.
Kurikulum 2013 khususnya dalam mata pelajaran IPA di SD ini, bahwa banyak analisis yang harus kita kembangkan lagi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Kurikulum 2013?
2. Apa yang dimaksud dengan hakikat IPA?
3. Apakah Silabus IPA SD kurikulum 2013 sudah sesuai atau tidak dengan hakikat IPA?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian Kurikulum 2013
2. Mengetahui pengertian hakikat IPA
3. mengetahui bagaimana kesesuaian Silabus IPA SD kurikulum 2013 dengan hakikat IPA



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah salah satu kurikulum yang dirancang untuk menyiapkan para peserta didik untuk menghadapi tantangan dimasa depan mereka. Pemerintah melalui menteri pendidikan dan kebudayaan merasa perlu menyiapkan kurikulum yang lebih mumpuni dibanding kurikulum sebelumnya. Beberapa alasan dikemukan oleh pemerintah dalam hal ini Mendikbud mengapa kurikulum 2013 perlu, salah satu diantaranya adalan bonus demografi. Bonus demografi merupakan sebuah keuntungan yang akan dimiliki oleh Indonesia dimasa yang akan datang, diperkirakan rentang tahun 2010 - 2035, dimana populasi manusia Indonesia memiliki jumlah usia produktif tinggi, sementara jumlah usia yang non produktif mencapai rendah. Bisa dibayangkan apabila pada masa ini jumlah yang produktif ini tidak produktif.
Yang membedakan kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya desain utamanya kurikulum 2013 adalah menyelaraskan standart kelulusan seperti apa yang diinginkan. Dari situ baru ditentukan standart isinya, beda dengan kurikulum sebelumnya yang lebih dahulu menentukan standar isinya.

Istilah SK-KD ini akan digantikan menjadi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
Apakah pengertian 2 istilah tersebut?
         Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.
         Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.
         Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).
         Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. [1]












2.2  Hakikat IPA

Suatu  hakikat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dibagi dalam bereksistensi. Semua faktor utama hakikat itu terintegrasi atau menyatu dalam satu sistem. Dengan kata lain hakekat mengacu kepada hal-hal yang lebih permanen yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Juga tidak terpengaruh oleh ruang dan waktu. Suatu hakikat lebih mantap dan stabil serta tidak mendatangkan sifat yang berubah-rubah, tidak parsial ataupun yang bersifat fenomenal. Maka yang namanya manusia (an-nas) adalah makhluk Tuhan yang memiliki “jiwa dan raga”. Keharmonisan ikatan (integritas) jiwa dan raga tersebut menjadikan manusia dapat bereksistensi (ber-ada). Hakikat dapat menjalankan fungsi-fungsi kemanusiaan dalam berbagai bentuk kegiatan. Pada  ” hakekat ”  itu  terletak (terdapat) hal-hal lain yang menjadi atribut manusia.[2]

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di alam. IPA mempunyai beberapa pengertian dari pengertian IPA itu sendiri, cara berfikir IPA, cara penyelidikan IPA sampai objek kajian IPA. Dari beberapa pengertian tersebut kita akan membahas tentang pengertian IPA. Adapun beberapa pengertian IPA menurut para ahli sebagai berikut:


1. IPA merupakan ilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya IPA juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). ( Soekardjo, 1973;1).


2. IPA menurut arti per-katanya yaitu ilmu, pengetahuan dan alam. Ilmu adalah pengetahuan yang ilmiah. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia. Dari dua pengertian tersebut dapat digabungkan yaitu IPA sebagai ilmu yang mempelajari tentang sebab dan akibat kejadian-kejadian yang ada di alam ini.


3. IPA adalah body knowledge. IPA adalah suatu cabang pengetahuan yang mengangkat fakta-fakta yang tersusun secara sistematis dan menunjukkan berlakunya hukum-hukum umum. IPA merupakan pengetahuan yang didapat dengan jalan study dan praktik. IPA juga dapat diartikan sebagai suatu cabang study yang bersangkut-paut dengan observasi dan klasifikasi fakta-fakta terutama dengan disusunnya hukum umum dengan induksi dan hipotesis. (Subiyanto,1998: 2).


4. Definisi lain tentang IPA yang lengkap diberikan oleh Collete (1994:30), science should be viewed as a way of thinking in the pursuit of understanding nature, asa way of investigating claims about phenomenon and as body of knowledge that has resulted from inquiry. (Ilmu Pengetahuan Alam harus dipandang secara berfikir dalam pencarian tentang pengertian rahasia alam dan sebagai batang tubuh pengetahuan yang dihasilkan dari inquiry )


5. Istilah IPA merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “Natural Science” atau disebut science. Dalam bahasa Indonesia Science ditulis “sains” atau IPA. Menurut Trowbridge and Byde (1990) sains atau IPA merupakan representasi dari hubungan dinamis yang mencangkup tiga factor utama yaitu The extant body of scientific knowledge, the values of science and the methods and processes of science” yang artinya sains merupakan produk (body of scientific knowledge) dan proses (methods and processes), serta mengandung nilai-nilai (values). Menurut kamus oxford Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ialah satu cabang ilmu pengetahuan yang melibatkan perhatian dan eksperimen untuk membuat rumusan idea, penerangan dan pemahaman terhadap fenomena atau gejala yang terjadi di alam.

6. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah, dengan ciri: objektif, metodik, sistimatis, universal, dan tentatif. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. Carin dan Sund (1993) dalam Depdiknas mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum (universal), dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”.


7. IPA merupakan ilmu pendidikan bidang studi, dalam hal ini bidang studi IPA (alam dan gejalanya). Pendidikan IPA merupakan gabungan antara teori IPA dengan teori ilmu pendidikan. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang menelaah fenomerna pendidikan dalam prespektif yang luas dan integratif. Fenomena pendidikan ini bukan hanya gejala yang melekat pada manusia ( gejala yang universal ) dalam perspektif yang luas, melainkan juga sekaligus merupakan upaya untuk membentuk kepribadian manusia ( insan ) yang dirancang secara sadar dan sistematis dalam proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik baik di dalam maupun di luar sekolah.


            Dari beberapa pengertian tersebut diatas dapat kita ketahui bahwa IPA merupakan ilmu yang mempelajari tentang alam semesta beserta isi dan kejadian-kejadian yang dapat diperoleh dan dikembangkan baik secara induktif atau deduktif. Ada dua hal yang berkaitan dengan IPA yaitu IPA sebagai produk dan IPA sebagai proses. IPA sebagai produk yaitu pengetahuan IPA yang berupa pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan metakognitif. IPA sebagai proses yaitu kerja ilmiah. Baik produk atau proses IPA merupakan subjek kajian IPA. Dengan belajar IPA, belajar produk dan bagaimana proses IPA dapat kita peroleh. Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak pengetahuan yang kita dapat. Pengetahuan tentang agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, sosial, dan alam sekitar adalah contoh pengetahuan yang dimiliki oleh tiap manusia. Pada pengertian IPA yang kedua dapat kita ketahui bahwa IPA merupakan pengetahuan yang ilmiah, yaitu pengetahuan yang diperoleh secara ilmiah. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu mempunyai dua sifat utama. Sifat utama tersebut antara lain adalah rasional dan objektif. Rasional berarti masuk akal, logis, atau diterima akal sehat sedangkan objektif mempunyai arti sesuai dengan objeknya, kenyataan, atau pengamatan. Pengetahuan Alam dipandang sebagai cara berfikir dalam pencarian tentang rahasia alam sebagai cara penyelidikan terhadap gejala alam dan sebagai batang tubuh pengetahuan yang dihasilkan dari inquiry. Selain dapat belajar tentang proses dan produk IPA, dengan belajar IPA kita juga dapat ketahui tentang cara berfikir yang baik.

Cara berfikir IPA meliputi:

                                                                                     
a. percaya (beliefs)

Kita dapat melakukan penelitian terhadap masalah gejala alam dimotivasi oleh kepercayaan bahwa hukum alam dapat dikonstruksi dari observasi dan diterangkan dengan pemikiran dan penalaran.
b. rasa ingin tahu (curiosity)

rasa ingin tahu inilah yang mendorong kepercayaan bahwa alam dapat dimengerti dan ditemukan.
c. imajinasi (imagination)

kita dapat mengandalkan imajinasi dalam memecahkan masalah gejala alam.
d. penalaran (reasoning)

            Disamping imajinasi untuk memecahkan masalah gejala alam juga diharuskan menggunakan penalaran.

e. koreksi diri (self-examination)

Pemikiran ilmiah adalah sesuatu yang lebih tinggi daripada sekedar suatu usaha untuk mengerti tentang alam.

Dalam pengertian IPA juga disebutkan mengenai penyelidikan dan objek kajian IPA. Cara penyelidikan itu meliputi observasi (observation), eksperimen (experimentation), dan matematika (mathematics).Objek kajian IPA yaitu IPA sebagai body of knowledge dihasilkan dari disiplin keilmuan yang menunjukkan hasil-hasil kreatif penemuan umat manusia selam berabad-abad. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Yager , menyatakan bahwa pendidikan IPA merupakan studi tentang hubungan antara IPA dan masyarakat. Dengan demikian IPA mempunyai peranan yang sangat strategiskarena membudayakan sains di kalangan remaja agar mereka merasa tertarik kepada sains. Secara sistematis, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan IPA dapat dimasukkan dalam klasifikasi ilmu pendidikan karena Dimensi pendidikan IPA sangat luas dan sekurang-kurangnya meliputi unsur-unsur (nilai-nilai) sosial budaya, etika, moral dan agama. Oleh sebab itu, belajar IPA bukan hanya sekedar memahai konsep ilmiah dan aplikasi dalam masyarakat, melainkan juga untuk mengembangkan berbagai nilai yang terkandung dalam dimensi Pendidikan IPA. Salah satu Pendidikan IPA adalah IPA lebih dari sekedar kumpulan yang dinamakan fakta. IPA merupakan kumpulan pengetahuan dan juga proses. Pembelajaran IPA di sekolah di harapkan memberi berbagai pengalaman pada anak yang mengijinkan mereka melakukan berbagai penelusuran ilmiah yang relevan.[3]


        IPA sebagai produk : fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori yang didasarkan pada hasil temuan/pemikiran para ahli.
        IPA sebagai proses: metode ilmiah (mengamati, menafsirkan, membuat hipotesis, merencanakan percobaan, mengkomunikasikan)
        IPA sebagai sikap: objektif, jujur, kritis, bertanggung jawab dan terbuka.
2.3 Kesesuaian Silabus IPA SD kurikulum 2013 dengan hakikat IPA
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar  IPA SD kelas IV-VI dalam Kurikulum 2013
KELAS: IV KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
Kesesuaian dengan Hakikat IPA

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya


1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya



2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok
Di lihat dari kompetensi dasar disamping ,kompetensi dasar ini sudah sesuai dengan hakikat IPA. IPA sebagai sikap disini sudah diterapkan dalam kompetensi dasar tersebut, serta siswa di tuntut untuk membangun sendiri pengetahuannya, sehingga siswa dapat Mandiri.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

3.1 Menjelaskan bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan dan fungsinya
3.2 Mendeskripsikan daur hidup beberapa jenis mahluk hidup
3.3 Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi melalui pengamatan, serta mendeskripsikan penerapanya dalam kehidupan sehari-hari
3.4 Membedakan berbagai bentuk energi melalui pengamatan dan mendeskripsikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari
3.5 Memahami sifat-sifat bunyi melalui pengamatan dan keterkaitannya dengan indera pendengaran
3.6 Memahami sifat-sifat cahaya melalui pengamatan dan mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.7 Mendeskrisikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat
Kompetensi dasar disamping menekankan pada kognitif siswa, berarti jelas IPA sebagai produk sudah ada dalam Kompetensi Dasar ini, karna pengetahuan siswa didapatkan harus berdasarkan fakta dan konsep yang sudah ditentukan oleh para ahli
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR


4. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain


4.1 Menuliskan hasil pengamatan tentang bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya
4.2 Menyajikan secara tertulis hasil pengamatan daur hidup beberapa jenis mahluk hidup.
4.3 Menyajikan laporan hasil percobaan gaya dan gerak menggunakan table dan grafik
4.4 Menyajikan hasil percobaan atau observasi tentang bunyi
4.5 Membuat sebuah karya/model yang memanfaatkan sifat-sifat cahaya
4.6 Menyajikan laporan tentang sumberdaya alam dan pemanfaatannya oleh masyarakat
4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut

Kompetensi dasar disamping menekankan pada aspek psilkomotor siswa dimana hakilat IPA pun sudah ada yaitu IPA sebagai proses disini sudah ada yaitu dalam mengamati, menuliskan,menafsirkan membuat hipitesis dll sudah tertera di Kompetensi dasar disamping.
Kelas V KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya .

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

3.1 Mendeskripsikan rangka manusia dan fungsinya
3.2 Mengenal bagian tumbuhan serta mendeskripsikan fungsinya
3.2 Mengenal organ tubuh manusia dan hewan serta mendeskripsikan fungsinya
3.3 Mengidentifikasi perubahan yang terjadi di alam, hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam, dan pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan sekitar
3.4 Mengenal rangkaian listrik sederhana dan sifat magnet serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.5 Mendeskripsikan siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan mahluk hidup
3.6 Mengenal jenis hewan dari makanannya dan mendeskripsikan rantai makanan pada ekosistem di lingkungan sekitar
3.7 Mengenal sistem pernafasan hewan dan manusia serta penyakit yang berkaitan dengan pernafasan

4. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

4.1 Membuat bagan rangka manusia beserta fungsinya
4.2 Menuliskan ide-idenya tentang pemanfaatan bagian tumbuhan di sekitarnya bagi manusia
4.3 Merancang dan membuat rangkaian seri dan parallel menggunakan sumber arus searah
4.4 Membuat kompas sederhana untuk mendeteksi medan magnet bumi
4.5 Membuat electromagnet sederhana dan menggunakannya untuk mendeteksi benda-benda yang ditarik oleh magnet
4.6 Menyajikan hasil pengamatan untuk membentuk rantai makanan dan jejaring makanan dari makhluk hidup di lingkungan sekitar yang terdiri dari karnivora, herbivora, dan omnivore
4.5 Menyajikan hasil laporan tentang permasalahan akibat terganggunya keseimbangan alam akibat ulah manusia, serta memprediksi apa yang akan terjadi jika permasalahan tersebut tidak diatasi
4.7 Menyajikan laporan tentang jenis penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada organ tubuh manusia

Kelas V KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya


2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

3.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik, konversi energy listrik, transmisi energy listrik, dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari
3.2 Mendeskripsikan sistem tata surya, matahari sebagai pusat tata surya, serta posisi dan karakteristik anggota tata surya
3.3 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi, revolusi bulan, dan peristiwa terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari
3.4 Membedakan campuran dan larutan melalui pengamatan
3.5 Memahami hubungan antara suhu, sifat hantaran, perubahan benda akibat pengaruh suhu melalui pengamatan, serta mendeskripsikan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
3.6 Mendeskrisikan perkembangbiakan mahluk hidup
3.7 Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan



4. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

4.1 Merancang dan melaksanakan percobaan untuk membedakan campuran dan larutan menggunakan bahan yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari
4.2 Melaksanakan percobaan tentang hantaran dan perubahan benda akibat pengaruh suhu, serta mengidentifikasi variable bebas dan variable terikat dalam percobaan tersebut
4.3 Membuat laporan hasil percobaan tentang hantaran listrik yang mencakup pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
4.4 Mengikuti prosedur perkembangbiakan tumbuhan dan melaporkan hasilnya dalam bentuk tulisan
4.5 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang adaptasi makhluk hidup yang ditemui di lingkungan sekitar


            Dilihat dari KI-KD IPA di atas bahwa SILABUS IPA dalam Kurikulum 2013 ini sudah sesuai dengan Hakikat IPA itu sendiri. Di atas saya mengomentari hanya kelas IV saja karna setelah saya baca KI-KD kelas selanjutnya hasilnya sama saja, jadi bisa disimpulkan bahwa KI-KD IPA ini sudah sesuai dengan Hakikat IPA yaitu IPA sebagai Produk, IPA sebagai Proses dan IPA sebagai sikap sudah ada.
Dilihat dari kurikulum 2013 secara global , kurikulum baru ini memang bagus karna lebih menekankan kepembelajaran efektif, siswa harus lebih mencari sendiri atau membangun sendiri pengetahuannya, dengan begitu banyak siswa yang lebih kritis dan aktif dan mereka akan lebih memahami karna mereka yang mencari sendiri. Tetapi karena dengan disatu-satukannya mata pelajaran menjadikan siswa menjadi bingung karena siswa tidak bisa mengklasifikasikan mata pelajaran. Dengan adanya kurikulum 2013 ini sistem pendidikan kita pasti akan lebih baik dengan bantuan peran guru, tetapi masalahnya guru pun kurang memahami kurikukum 2013 ini karena kurangnya koordinasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan. Dapat kita lihat KTSP pun belum benar-benar dipahami oleh guru tetapi sudah ada kurikulum baru lagi.
Alangkah lebih baiknya  pemerintah menunda kurikulum untuk tahun depan. Agar sosialisasi dan uji coba dapat dilakukan dengan penuh kematangan dan dengan penuh pertimbangan.












Bab III
PENUTUP
Dengan perubahan kurikulum KTSP menjadi KURIKULUM 2013 yang dinilai sangat cepat.maka silabus IPA pun pasti ada perubahan dengan begitu maka saya menganalisis silabus IPA yang  baru ini terhadap kesesuaian dengan Hakikat IPA, Hakikat IPA yaitu
        IPA sebagai produk : fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori yang didasarkan pada hasil temuan/pemikiran para ahli.
        IPA sebagai proses: metode ilmiah (mengamati, menafsirkan, membuat hipotesis, merencanakan percobaan, mengkomunikasikan)
        IPA sebagai sikap: objektif, jujur, kritis, bertanggung jawab dan terbuka.
Kesesuain hakikat IPA diatas dengan SILABUS IPA KURIKULUM 2013 ini sudah sesuai, tinggal kita sebagai calon guru menjalankannya, alangkah baiknya jika guru benar-benar mengerti dengan kurikulum baru ini supaya tidak banyak terjadi penyimpangan ataupun ketidaksesuaian dengan hakikat setiap mata pelajaran.











DAFTAR PUSTAKA